24 April 2026 | Dilihat: 53 Kali

Ruas Jalan Strategis Pelayanan Publik: Keramas-Sabak Barat Semakin Sempit, Rumpunan Bambu Menutup Badan Jalan, Pemda Tanjabtim Diminta Segera Bertindak

Ruas Jalan Strategis Pelayanan Publik: Keramas-Sabak Barat Semakin Sempit, Rumpunan Bambu Menutup Badan Jalan, Pemda Tanjabtim Diminta Segera Bertindak

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Kondisi ruas jalan jalur dua di kawasan Keramas, tepatnya di wilayah Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat, kini memprihatinkan. Vegetasi liar berupa rumpunan bambu yang tumbuh subur di sisi kiri jalan, tepatnya dari arah persimpangan empat Kampung Arab menuju RSUD NH, dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan. 

Berdasarkan pantauan lapangan, Kamis (23/04/2026), terlihat jelas bahwa batang dan daun bambu telah tumbuh sangat lebat hingga masuk dan menutupi bahu jalan, bahkan hampir menyentuh garis tengah jalan. Hal ini menyebabkan lebar jalan efektif menjadi semakin sempit dan mempersempit ruang gerak kendaraan. 

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai fasilitas pelayanan publik penting, antara lain:RSUD NH (Rumah Sakit Umum Daerah), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, SMA Negeri 8 Sabak Barat, SLBN, Lapangan Olahraga & Gedung fasilitas pemerintah lainnya. 

Arus lalu lintas di ruas ini cukup padat, baik kendaraan pribadi, ambulans, maupun angkutan umum. Jika dibiarkan terus menerus tanpa penanganan, pertumbuhan vegetasi ini berpotensi menutup pandangan pengemudi dan menjadi sumber kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat sekitar dan pengguna jalan berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, melalui Dinas terkait, dapat segera merealisasikan langkah nyata, yaitu tindakan yang mendesak untuk melakukan Pemangkasan dan Penebangan, pembersihan rumpunan bambu yang sudah masuk ke badan jalan agar lebar jalan kembali normal dan aman, berikut melakukan perawatan berkala agar vegetasi tidak kembali tumbuh liar dan mengganggu keamanan jalan.

Selain aspek keselamatan, penataan ini juga penting demi keindahan dan kenyamanan lingkungan, serta menghilangkan pembiaran yang terkesan dibiarkan berkepanjangan. "Kami berharap pihak berwenang tidak menyepelekan hal ini. Keselamatan masyarakat dan kenyamanan akses menuju fasilitas publik harus menjadi prioritas penanganan," ujar warga sekitar. (Jdk)