Sulut | mapikornews.com — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, lewat Dinas Kesehatan, pacu keaktifan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan membidik kategori utama cakupan kepesertaan pada dashboard BPJS telah berada di atas 99 persen.
Fokus percepatan kini diarahkan pada keaktifan peserta di atas 95 persen, reaktivasi warga nonaktif, perlindungan keluarga, ketepatan data, dan kesinambungan pembiayaan.
Selain itu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kesehatan Daerah mempercepat langkah menuju standar Universal Health Coverage (UHC) kategori Utama dengan memusatkan kebijakan pada kualitas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya peningkatan peserta aktif, reaktivasi kelompok rentan, ketepatan pendaftaran keluarga, dan disiplin pembiayaan daerah.
Bupati Sangihe lewat Kadis Kesehatan dr. Handry Pasandaran, ME kepada awak media mapikornews.com, Jumat (28/8/26) mengatakan, langkah ini menjadi kelanjutan setelah Kabupaten Kepulauan Sangihe menerima UHC Awards 2026 kategori Madya pada 27 Januari 2026.
Bagi pemerintah daerah, capaian tersebut diposisikan sebagai pijakan untuk memperkuat perlindungan yang benar-benar dapat digunakan masyarakat ketika membutuhkan layanan kesehatan, bukan sekadar mempertahankan angka kepesertaan administratif.
Snapshot resmi yang dipresentasikan BPJS Kesehat cabang utama Manado dalam Forum Komunikasi di Tahuna pada 29 Juli 2026 mencatat jumlah penduduk 136.393 jiwa, peserta JKN terdaftar 137.919 atau 101,12 persen dari basis penduduk, serta peserta aktif 128.567 jiwa atau 94,26 persen. Dokumen yang sama mencatat 7.826 penduduk belum terlindungi aktif dalam program JKN.
Angka tersebut menempatkan isu keaktifan peserta sebagai fokus utama percepatan berikutnya. Target kami bukan sekadar penghargaan. Ukuran keberhasilan UHC adalah ketika warga Sangihe yang membutuhkan pelayanan tidak tertahan karena status kepesertaan, tidak kehilangan akses karena masalah data, dan tidak menghadapi beban biaya kesehatan yang seharusnya dapat dicegah.
Karena itu, kata Pasandaran, dari Madya menuju Utama, fokus kami adalah keaktifan, akses, dan keberlanjutan perlindungan.” sebut dr. Handry Pasandaran, ME. (John-Sulut)