Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Memperingati Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 bukan sekadar upacara tahunan, melainkan momentum emas untuk menghargai sejarah dan merefleksikan perjuangan para pendahulu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Ny. Diah Utami Muslimin Tanja, melalui sambungan WhatsApp, Selasa 21/04/26.
Dalam pandangannya, peringatan ini adalah wujud syukur atas warisan semangat yang telah diterima, serta panggilan jiwa untuk mempersiapkan diri menuju masa depan yang gemilang, sejalan dengan tema besar tahun ini: "Penguatan Peran Perempuan Modern, Kesehatan, Pendidikan, dan Martabat Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045", sebutnya.
Hari ini, kita memperingati hari kelahiran Raden Ajeng Kartini. Sebuah momen yang mengingatkan kita betapa besar perjuangan beliau dalam mengangkat derajat perempuan dan mencerdaskan bangsa. Saya melihat dengan penuh kebanggaan, perempuan Tanjabtim hari ini telah berkembang jauh melampaui batas.
Kita tidak lagi hanya berada di ranah domestik, tetapi telah hadir dan bersinar di berbagai lini kehidupan—sebagai pendidik, tenaga kesehatan, pejabat, pelaku usaha, hingga pemimpin pembangunan. Kalian adalah bukti nyata bahwa semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang" terus hidup dan bersinar di bumi Tanjung Jabung Timur.
Kita adalah Perempuan Modern yang tangguh, cerdas, dan berkarakter kuat. Dalam kesempatan yang berharga ini, saya ingin menyampaikan pesan mendalam sejalan dengan visi kita bersama: Seperti cita-cita Kartini, pendidikan adalah kunci kemajuan. Mari kita terus asah ilmu dan wawasan.
Perempuan yang berilmu akan menjadi ibu yang cerdas, dan dari sanalah lahir generasi penerus yang tangguh. Dengan ilmu, kita mampu bersaing dan berkontribusi nyata membangun daerah menuju Indonesia Emas 2045. Perempuan adalah tulang punggung keluarga. Jika ibu sehat, maka keluarga akan sehat dan sejahtera.
Mari kita jadikan gaya hidup sehat sebagai budaya. Perhatikan gizi, lakukan pemeriksaan berkala, dan jaga kebugaran. Karena perempuan yang sehat akan mampu menjalankan perannya dengan optimal dan penuh energi, ujarnya mengingatkan.
Menjadi modern bukan berarti meninggalkan jati diri. Justru, kemodernan kita tercermin dari bagaimana kita menjaga kehormatan, sopan santun, dan akhlak mulia. Martabat adalah harta yang paling berharga. Jadilah wanita yang kuat dalam berpikir, namun tetap lemah lembut dalam bertutur dan berperilaku.
Melalui gerakan PKK, mari kita satukan langkah. Kita akan terus bergerak memberdayakan ekonomi keluarga, mencerdaskan generasi, dan menyehatkan masyarakat. Mari kita buktikan bahwa perempuan Tanjabtim adalah mitra pembangunan yang tak tergantikan. Ibu-ibu sekalian, masa depan ada di tangan kita. Mari kita wariskan semangat Kartini bukan hanya lewat busana, tapi lewat karya nyata, prestasi, dan keteladanan. Selamat Hari Kartini 2026! Tetaplah bersinar, tetaplah berkarya, dan jayalah selalu perempuan Tanjabtim-Indonesia, terangnya. (Jdk)