17 Juni 2026 | Dilihat: 97 Kali

SYUKURAN RITUAL ADAT KOPERASI PARUSA TANILA BARU

SYUKURAN RITUAL ADAT KOPERASI PARUSA TANILA BARU

Pulau Buru-Maluku | mapikornews.com — Ketua koperasi parusa tanila baru. Rustam Soamole, SH, membuka dengan resmi acara syukuran ritual adat kepada para leluhur untuk  keselamatan kerja koperasi parusa tanila baru (PTB) Izin pertambangan rakyat (IPR) Tambang emas Gunung Botak Kabupaten Buru Maluku kecamatan Waelata desa Waehata. 

Kegatan ritwal adat ini dihadiri oleh tokoh tokoh adat kepala soa soarpito soar pa,, Bapak Raja Kaeyeli yang di wakili. Dalam sambuta ketua koperasi parusa tanila baru (PTB) Rustam soamole bahwa dengan kegiatan ini adalah bentuk menghargai leluhur, koperasi PTB  adalah koperasi adat yang berada dalam wilayah soar pito soar pa maka itu dari seluru angota koperasi ini bukan saja bagian dari pada masyarakat yang ada pada negeri kayeli tetap ada pada dataran tinggi yaitu soar pito soar pa .

Saya selaku pimpinan koperasi saya sangat menghormati pada pimpinan pimpinan adat bahwa sebelum kita melakukan aktifitas penambamgan secara legal yang di berikan oleh pemerintah lewat IPR maka itu marilah kita menghormati pada leluhur apa pun bentuknya pada wilayah kakulean bumi itu adalah leluhur , Leluhur dan moyang datuk yang ada.

Maka itu katong (kita) harus minta permisi sebagai anak Negeri harus menunjukan bahwa adat tidak terlepas walaupun itu koperasi yang di berikan oleh negara tetapi kita mempertahankan adat, persatukan adat tanpa memecah belah, beta (saya) mau sampaikan bahwa koperasi PTB tidak punya kepentingan politik, atau kepentingan perorangan atau kepentingan masarakat adat semua bagai mana mensejahtrakan masyarakat lewat payung hukum koperasi. 

maka itu kita sama sama bekerja dan menduduki kita punya anak anak dan masyarakat soar pito soar pa petuana keyeli dan Buru pada umumnya. Kanapa demikian. 

Kanapa saya berkat demikian,, karena dari tahapan admistrasi pengisiran demi pengisiran sakarang sudah ada ijin yang kita miliki kedepan kita punya anak cucu yang tadi sekolah mereka bisa kuliah dan bisa bersaing dengan daerah lain.

Karena lewat koperasi lewat payung hukum koperasi masyarakat terwada yang punya legelitas hukum,, dan kita sud berproses hukum yang namanya RAKB Rencana teknis kegiatan   kerja. Dan juga suda berproses kawasan hutan BKP LH dan itu sudah lalu koperasi PTB kita ke kakulia bumi dan di buat tapal batas ESDM dan sudah selesai.

Dan jua ada tahapn berikutnya kita ketemu dengan tokoh-tokoh adat pimpinan adat Joo Kayeli dengan ahli waris untuk menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawap koperasi akan kita penuhi semua secara admistrasi, 

Mana hak waris.. Mana hak adat itu harus tidak terpisakan. Dan koperasi parusa tanila baru ini dari soar pito sora pa dalam ada saya selaku  ketua koperasi PTB ada matatemon. Dan ritwal adat ini bentuk dari Leluhur, mau islam kristen hindu tetap kita menghormati leluhur secara adat. Dan pada prinsipnya saya jaga tatanan adat.

Saya melanjut amanah Almarhum bapak Raja M, Fuat Wael yang mana beliau berpesan jangan pernah tinggakan saudara saudara yang ada di soar pito soar pa kusus petuanan Kayeli dan saya juga di amanatkan oleh bapak Gubernur Maluku sebagai pemerinta melalu persaratan secara admistrasi, kerja sesuai dengan regulasi jangan sampai ada sentuhan sentuhan hukum yang nanti kita sendri yang rugi, itu amah Gubernur Maluku kepada semua koperasi yang di berikan oleh Negara tetapi kita juga memenuhi kewajiban kewajiban yang di sampai oleh bapak Gubernur Maluku.

Dan kita harus jaga karna 10 Tahun kita berproses kita harus hidup, untuk menghidupi kita punya anak anak dan keluarga. Tegas ketua koperasi PTB. Senin 15/06/2026. (NB)