Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com —Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), resmi meluncurkan inovasi pertanian berteknologi tinggi melalui program Pertanian Modern — Advanced Agriculture System (PM-AAS), yang akan diterapkan di lahan seluas 3.559 hektare tersebar di tujuh kecamatan: Muara Sabak Barat, Geragai, Dendang, Muara Sabak Timur, Rantau Rasau, Berbak, dan Nipah Panjang. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Tanjabtim, Sunarno, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Kegiatan PM-AAS yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Komplek Perkantoran Bukit Benderang, Senin (31/08/2026).
Rakor dibuka langsung oleh Bupati Tanjabtim Hj. Dillah Hikma Sari, dan dihadiri Kepala BRMP Jambi Yunimar, Kepala BPLIP Kelas I Palembang, Komandan Kodim 0419/Tanjab, perwakilan Perum Bulog cabang Kuala Tungkal, Tim Kerja Penyuluh Provinsi Jambi maupun Tanjabtim, serta para perwakilan kelompok tani se-Kabupaten Tanjabtim.
Bupati Dillah Hikma Sari dalam sambutannya menegaskan, bahwa PM-AAS bukan sekadar perubahan metode tanam, melainkan lompatan sistem pertanian menuju pertanian presisi berbasis teknologi. "Ini bukan lagi pertanian konvensional.
Ini adalah sistem budidaya intensif berbasis teknologi yang mengedepankan efisiensi, mekanisasi, dan pertanian presisi." Program ini dibangun di atas enam prinsip utama:
1. Tanam Rapat Dalam Baris memaksimalkan jumlah titik tanam per hektare tanpa membuka lahan baru;
2. Efisiensi Sumber Daya air, pupuk, dan pestisida digunakan tepat sasaran dan tepat dosis, menekan biaya produksi;
3. Mekanisasi Penuh olah tanah, tanam, pemupukan hingga panen didukung alat dan mesin pertanian, mempercepat proses dan mengurangi susut hasil;
4. Korporasi Skala Luas dikelola berkelompok dan terintegrasi layaknya perusahaan, mempermudah akses permodalan, sarana produksi, dan pasar;
5. Intensifikasi Produksi menargetkan kenaikan produktivitas padi dari rata-rata 4–5 ton/ha menjadi 7–8 ton/ha bahkan lebih,
6. Teknologi Spesifik Lokasi disesuaikan dengan karakteristik lahan rawa pasang surut dan iklim Tanjabtim, bukan sekadar meniru sistem daerah lain. Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan komitmen dan sinergi seluruh pihak, BRMP Jambi, Pemkab Tanjabtim, BPLIP Palembang, BPS, ATR/BPN, Pupuk Indonesia, Bulog, TNI, penyuluh, dan kelompok tani.
"Saya optimis, apabila seluruh pihak mampu bekerja bersama-sama, Tanjabtim akan menjadi daerah percontohan pertanian modern di Provinsi Jambi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional."
Terpisah, Kepala Dinas TPH Sunarno memaparkan rincian keunggulan PM-AAS yang dirancang untuk mengubah wajah pertanian Tanjabtim secara menyeluruh, dari : Efisiensi lahan & waktu pola tanam rapat dalam baris meningkatkan jumlah titik tanam tanpa perlu membuka hutan atau lahan baru, efisiensi biaya pendekatan presisi menekan penggunaan input produksi, sehingga keuntungan petani meningkat, mekanisasi menyeluruh mengurangi ketergantungan tenaga kerja manual, mempercepat masa panen dan meminimalkan kerugian pasca-panen, nertani bersama, bukan sendiri sistem korporasi memberi posisi tawar lebih kuat bagi petani dalam rantai pasok pangan, produktivitas melonjak kombinasi kelima prinsip di atas menjanjikan lonjakan hasil panen yang signifikan.
Teknologi Lokal seluruh rancangan disesuaikan dengan kondisi lahan rawa khas Tanjabtim, sehingga adaptasi lebih cepat dan hasil lebih optimal, terang Kadis.
"Kami Dinas TPH siap menjadi garda terdepan pendampingan teknis di lapangan mulai dari perencanaan, sekolah lapang, hingga evaluasi. Mari kita buktikan: dengan PM-AAS, Tanjabtim tidak hanya swasembada pangan, tapi juga menjadi kiblat pertanian modern di Provinsi Jambi," tegas Sunarno.
Dengan diterapkannya PM-AAS, Tanjabtim menapakkan langkah nyata menuju swasembada pangan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan nasional yang semakin kokoh, ungkapnya. (Jdk)