Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Di antara 166 calon jamaah haji Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), hadir sosok yang penuh ketabahan dan keyakinan teguh, Zaidul Iskandar Jabak dari Desa Sungai Raya, Kecamatan Nipah Panjang.
Awalnya, beliau sudah resmi terdaftar dan berencana menunaikan ibadah suci tahun ini bersama sang istri tercinta. Namun, takdir Ilahi berkata lain, setiap bulan sebelum hari keberangkatan yang telah ditetapkan, istri tercinta dipanggil menghadap Sang Pencipta, meninggalkan kerinduan yang mendalam di hati beliau. Meski harus menempuh perjalanan suci ini seorang diri, niat dan semangat mulia Zaidul Iskandar tidak surut sedikit pun.
Beliau tetap teguh melangkah, membawa serta kenangan manis dan doa tulus untuk mendiang, seolah kekasih hatinya senantiasa menemani setiap langkah perjalanan menuju Baitullah. Di halaman Masjid Agung Nur Addarojad, Komplek Perkantoran Bukit Benderang, Jum'at 15 Mei 2026, prosesi pelepasan resmi rombongan jamaah oleh Bupati Tanjabtim, Hj Dillah Hikma Sari, S T.
Keberangkatan Zaidun disambut hangat oleh anak dan menantu, serta seluruh keluarga besar yang datang khusus untuk mengantar dan melepas kepergiannya.
Raut wajah mereka bercampur antara rasa haru, bangga, dan doa tulus, berharap agar ayah dan kakek tercinta ini selalu dalam melindungi Allah SWT, perjalanannya diberkahi, ibadahnya diterima, dan kelak kembali dalam keadaan sehat walafiat serta membawa gelar mulia Haji Mabrur, sekaligus menjadi wasilah doa terbaik bagi almarhumah istri yang dicintainya.
Suasana menjadi semakin hangat saat warga sekampung bergantian menyampaikan harapan dan doa tulus dari lubuk hati terdalam. Mereka berpesan agar langkah kaki Zaidul Iskandar senantiasa dilindungi Allah SWT di sepanjang perjalanan, sampai ke Tanah Suci dengan selamat dan sehat walafiat.
Semoga setiap ibadah yang beliau laksanakan dari thawaf, sa'i, hingga wukuf di Arafah diterima sebagai amal saleh, dan beliau pulang nanti membawa gelar mulia Haji Mabrur, hati yang suci, serta derajat yang diangkat di sisi-Nya.
Lebih dalam warga mendoakan agar perjalanan suci ini menjadi wasilah terbaik, semoga doa-doa yang dipanjatkan di hadapan Baitullah juga sampai kepada almarhumah istri tercinta, menjadi cahaya dan kesejahteraan sekelilingnya di alam sana, serta mengingatkan kembali kebersamaan mereka dalam kebaikan dan keridhaan Allah di dunia maupun di akhirat.
"Pak Zaidun adalah kebanggaan kami sekampung. Kami semua mendoakan beliau agar perjalanannya lancar, ibadahnya sempurna, dan apa yang beliau niatkan semuanya tercapai. Kami juga berharap doa beliau menjadi bekal terbaik bagi istri tercinta yang telah maju," ujar salah satu warga seraya mengamini.
Bagi Zaidul Iskandar, kehadiran dan doa keluarga warga desa menjadi kekuatan dan ketenangan tersendiri. Ia merasa tidak berangkat sendirian, karena membawa serta cinta, harapan, dan doa dari orang-orang yang dicintainya.
Dengan hati yang ikhlas dan penuh syukur, beliau melangkah maju, siap menunaikan amanah dan impiannya, serta membawa harapan baik bagi semua yang menyayanginya. (Jdk)