Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Rasa waswas dan ketidakamanan kini dirasakan para pekebun sawit di Kelurahan Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Aksi pencurian ninja sawit belakangan ini, kian merajalela, dilakukan dengan berani dan berulang kali seolah tanpa ada rasa takut.
Kawasan belakang RSUD Nurdin Hamzah hingga wilayah di belakang GOR Kelurahan Parit Culum 1 kini disebut warga sebagai wilayah "langganan" aksi pencurian.
Para pemilik kebun terpaksa memutar otak dan mengubah jadwal panen, demi menyelamatkan hasil jerih payah bertahun-tahun dari incaran tangan-tangan jahat. Salah satu warga yang menjadi korban, Upe, menceritakan kepahitan hatinya saat ditemui, Minggu (10/05/2026).
Kebunnya yang terletak di belakang kawasan GOR sudah dua kali berturut-turut dijarah, dengan kerugian diperkirakan mencapai hampir 1 ton Tandan Buah Segar (TBS) raib dibawa pelaku.
"Sudah dua kali berturut-turut panen kebun saya dicuri orang. Padahal saya datang hendak memanen sendiri, tapi betapa hancur hatinya saat sampai di lokasi, buah yang seharusnya sudah siap untuk dipanen, tinggal batang kosong saja.
Rasanya sedih dan kecewa sekali, hasil tanam dua kali putaran panen lenyap begitu saja,' ungkap Upe dengan nada bersedih Nasib serupa dialami para pekebun di kawasan belakang RSUD Nurdin Hamzah.
Namun, kondisi di sekitar belakang GOR disebut jauh lebih parah. Di lokasi itu, pelaku tampak sudah memiliki jadwal dan pola beraksi yang jelas. Akibatnya, warga tak lagi bisa menunggu buah matang sempurna sesuai siklus panen biasa. "Kalau kami menunggu sampai matang benar atau ikut jadwal panen biasa, bisa dipastikan kami pemilik tidak akan dapat apa-apa.
Sudah dipanen ninja duluan. Hampir setiap amparan di sini jadi sasaran. Mau tak mau, kami sekarang panen seadanya seberapa janjang yang bisa dipanen setiap minggu, yang sedikit masak pun terpaksa kami ambil, yang penting tidak habis dicuri orang," jelas Upe, menuturkan hamparan kebun tetangganya yang melakukan pemanenan disetiap seminggu sekali.
Melihat situasi yang kian meresahkan tersebut, warga petani sawit Parit Culum 1 berharap ada perhatian serius dan langkah nyata dari pihak berwenang. Mereka meminta dan berharap aparat Kepolisian serta unsur keamanan lingkungan lainnya, segera turun tangan menangkap pelaku, agar warga sekitar bisa berkebun dengan rasa tenang dan nyaman. (Jdk)