20 Mei 2026 | Dilihat: 38 Kali

SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi Harumkan Nama Indonesia di Ajang WYIE 2026 Kuala Lumpur

SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi Harumkan Nama Indonesia di Ajang WYIE 2026 Kuala Lumpur

mapikornews.com || Kuala Lumpur - Siswa SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18–20 Mei 2026, tim inovator muda sekolah tersebut berhasil meraih Gold Medal melalui inovasi bertajuk GRAHITA-IoT.

WYIE merupakan kompetisi inovasi internasional yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, hingga peneliti muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya teknologi inovatif yang dinilai mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Tim GRAHITA-IoT terdiri atas Narendra Dylan Prana Arlanda, Raden Atilla Jatiwasesa, Raditya Annavi Akbar, Kenzie Javas Nararya, dan Muhammad Dignity Dzaki.

Tim SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi meraih penghargaan melalui pengembangan GRAHITA-IoT, alat pendeteksi tingkat stres siswa berbasis Internet of Things (IoT) dan pemantauan kognitif secara real-time. Inovasi tersebut hadir sebagai respons terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental dan tekanan akademik di kalangan pelajar.

Alat tersebut dirancang dalam bentuk smart band yang mampu mendeteksi kondisi stres pengguna melalui pemantauan heart rate variability (HRV) serta indikator fisiologis lainnya. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan sistem cerdas untuk mengidentifikasi tingkat fokus, beban pikiran, hingga potensi stres berlebih pada siswa.

Keunggulan utama dari GRAHITA-IoT terletak pada kemampuannya melakukan deteksi dini terhadap kondisi mental siswa secara praktis dan cepat. Sistem tidak hanya membaca detak jantung, tetapi juga memberikan klasifikasi kondisi pengguna, seperti optimal focus, optimal load, hingga overload.

Dengan demikian, guru maupun konselor sekolah dapat melakukan pendampingan lebih awal sebelum kondisi stres berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Salah satu anggota tim, Muhammad Dignity Dzaki, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kondisi yang kerap ditemui di lingkungan sekolah. Menurut dia, masih banyak siswa yang mengalami tekanan mental namun kesulitan menyampaikan kondisinya secara langsung kepada guru.

“Permasalahan yang dihadapi siswa adalah ketika mereka mengalami stres tetapi tidak bisa menyampaikan kepada guru. Saya berharap melalui alat ini guru dapat melihat siapa saja yang sedang stres saat mengikuti pembelajaran tanpa harus bicara langsung,” ujarnya.

Selain membantu pemantauan kondisi psikologis siswa, integrasi teknologi IoT pada alat tersebut memungkinkan data tersimpan dan dapat diakses secara real-time, sehingga proses evaluasi kondisi siswa dinilai lebih efektif. Inovasi ini juga dianggap relevan dengan tantangan pendidikan modern yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga kesehatan mental peserta didik.

Keberhasilan meraih Gold Medal menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui karya inovatif yang solutif dan memiliki dampak sosial. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi dalam mendorong pengembangan riset, teknologi, dan kreativitas siswa di era digital.

Kepala SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi, Rizal Pahlefi, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para siswa dan guru pembimbing yang telah membawa nama baik sekolah dan Indonesia di forum internasional.Ia berharap inovasi GRAHITA-IoT dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung kesehatan mental generasi muda. (Red)