135 Ha Kawasan KTM Geragai Maksimalkan PAD Badan Aset Tanjabtim Diharapkan Lakukan Inovasi Reinterpretasi Lahan
Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), diminta dan diharapkan, untuk melakukan evaluasi dan reinterpretasi terhadap pengembangan Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Kecamatan Geragai, yang diperkirakan seluas 135 hektar. Senin 17 November 2025.
Fokus evaluasi ini, adalah untuk memastikan bahwa lahan seluas itu benar-benar produktif dan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta tidak terlantar di tengah kondisi efisiensi anggaran yang semakin ketat.
KTM yang merupakan tanah kawasan eks transmigrasi yang terintegrasi Kawasan Agrowisata Terpadu Geragai sangat penting untuk dievaluasi kembali oleh Badan Aset Daerah dan leading sektor terkait. Untuk memastikan apakah lahan KTM Geragai yang seluas 135 hektare saat ini produktif dan memberikan kontribusi pada PAD, atau justru terlantar. Efisiensi anggaran menjadi fokus utama, sehingga setiap lahan harus dimanfaatkan secara optimal.
Kehadiran dan kolaborasi antara Badan Aset Daerah dan leading sektor terkait untuk segera melakukan peninjauan lapangan dengan tujuan utama adalah untuk memverifikasi status lahan apakah lahan tersebut produktif, kurang dimanfaatkan, atau mungkin bahkan terlantar.
Jika ada lahan yang tidak produktif, diharapkan harus segera melakukan inovasi dan intervensi untuk mengoptimalkannya, sehingga dapat mendukung peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat.
Khusus mengenai program wisata buah yang sebelumnya dikembangkan di KTM Geragai, Pemkab Tanjabtim perlu adanya kajian ulang. Perlu mengevaluasi program wisata buah yang pernah dijalankan di KTM Geragai. Apakah program tersebut masih produktif dan relevan dengan kondisi saat ini, ataukah perlu ada skema baru yang lebih inovatif. Jangan sampai program yang ada dibiarkan terlantar, apalagi di tengah kebutuhan efisiensi anggaran.
Evaluasi ini menjadi penting dalam konteks efisiensi anggaran. Di tengah keterbatasan sumber daya, setiap lahan dan program harus memberikan kontribusi nyata bagi PAD dan ekonomi lokal.
Berharap, tidak ingin ada pembiaran lahan terlantar di KTM Geragai. Badan Aset untuk segera melakukan inovasi produktif untuk menghidupkan kembali lahan tersebut, baik melalui pengembangan agrowisata, pertanian intensif, atau kerja sama dengan investor maupun langkah bijak lainnya, dalam mendorong peningkatan keuangan daerah. (Jdk)