22 April 2026 | Dilihat: 19 Kali

Bupati Maluku Tengah Hadiri Musda Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah

Bupati Maluku Tengah Hadiri Musda Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah

Maluku Tengah | mapikornews.com — Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah resmi dibuka. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi konsolidasi partai, sekaligus ruang refleksi bagi seluruh kader untuk menata langkah ke depan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Islamic Center Kota masohi, Selasa. 21 April 2026

Pembukaan Musda dilakukan oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Ali Lessy, bersama Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.

Dalam suasana yang penuh semangat kebersamaan, Bupati Zulkarnain menyampaikan pandangannya tentang peran strategis partai politik dalam kehidupan demokrasi. Ia menegaskan bahwa partai bukan sekadar kendaraan untuk meraih kekuasaan, melainkan wadah untuk merawat gagasan, membentuk karakter kader, serta memperjuangkan kepentingan rakyat secara berkelanjutan. 

Baginya, kualitas sebuah partai tidak hanya diukur dari hasil pemilu, tetapi dari konsistensi pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa Partai Golkar memiliki sejarah panjang yang dibangun di atas semangat kekaryaan. 

Filosofi ini, menurutnya, harus terus dihidupkan dalam setiap langkah politik. Politik tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus melahirkan karya nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Keberpihakan kepada rakyat harus tampak dalam tindakan konkret, mulai dari kebijakan hingga pelayanan.

Musda ke-10 ini pun dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat arah perjuangan partai. Tidak hanya sebagai forum organisasi, tetapi juga sebagai ruang dialog yang sehat untuk menajamkan visi dan memperkaya gagasan. 

Ia menilai dinamika yang muncul, baik di ruang publik maupun media sosial, sebagai sesuatu yang wajar dan bahkan positif. Dari perbedaan pandangan, akan lahir energi baru, kompetisi yang sehat, serta peluang munculnya pemimpin-pemimpin masa depan. Menutup sambutannya, ia mengutip pemikiran Nelson Mandela tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Pemimpin yang baik, katanya, adalah mereka yang mampu berdebat secara terbuka tanpa kehilangan rasa hormat satu sama lain. 

Perbedaan harus menjadi jembatan untuk saling mendekatkan, bukan justru memecah belah. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa partai politik tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sosial yang lebih luas.

Dengan semangat kebersamaan yang terasa kuat, Musda X DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid, inklusif, dan visioner. 

Lebih dari itu, forum ini diharapkan menjadi titik awal bagi langkah-langkah nyata yang semakin mendekatkan Golkar dengan masyarakat, serta memperkuat kontribusinya dalam membangun kesejahteraan di Maluku Tengah.

Musda ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk jajaran pengurus pusat dan daerah, Forkopimda, pimpinan OPD, anggota DPRD, tokoh agama, serta masyarakat. (MoL)