Fasilitas 5 Ruang Kelas Bertambah, Mobiler dan Perlengkapan Lep Belum Ada — Kondisi Siswa Jadi Sorotan Investigasi
Malteng | mapikornews.com — Ironi fasilitas pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Maluku Tengah. SD Kristen Haru Diketahuiru, Kecamatan Amahai, membutuhkan mobiler dan perlengkapan laboratorium, untuk menunjang aktivitas belajar siswa. 5 Ruang Kelas Baru (RKB) masing - masing 3 ruang belajar, 1 ruang guru dan 1 ruang laboratorium. Kamis 24 September 2026.
Hasil investigasi Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Investigasi Korupsi (DPD LSM IIK) Kabupaten Maluku Tengah menemukan bahwa keberadaan 5 RKB tersebut belum sepenuhnya ditunjang dengan ketersediaan meja, kursi dan perlengkapan laboratorium, yang memadai bagi siswa.
Akibat keterbatasan mobil, proses belajar mengajar disebut belum berjalan dalam kondisi yang ideal. Persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena ruang kelas yang tersedia seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Ketua DPD LSM IIK Kabupaten Maluku Tengah, Ahmat Sanaky, S.Sos, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah segera melihat langsung kondisi SD Kristen Haruru, mengingat bangunannya sudah dibangun tahun 2024,sedangkan mobiler dan perlengkapan alat-alat laboratorium yang dijanjikan, sampai sekarang diterima belum.
Menurut Ahmat, permasalahan tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi administrasi, tetapi harus diperiksa langsung di lapangan agar pemerintah mengetahui kondisi yang dihadapi siswa.
“Kami meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah turun langsung melihat kondisi siswa - siswi di SD Kristen Haruru. 5 RKB sudah ada, tetapi kebutuhan mobiler dan perlengkapan lep, masih menjadi persoalan. Jangan ruang kelas sudah tersedia, sementara anak - anak masih kesulitan mendapatkan meja dan kursi untuk belajar,” tegas Ahmat.
Ia menilai kebutuhan sarana pendidikan seperti meja dan kursi merupakan bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang layak dan nyaman bagi peserta didik.
Oleh karena itu, Ketua DPD LSM IIK meminta Disdikbud Malteng melakukan verifikasi dan pengecekan lapangan, termasuk memastikan jumlah siswa, jumlah mobil yang tersedia, kebutuhan riil setiap RKB, serta langkah pemerintah daerah untuk memenuhi kekurangan tersebut.
Jangan Sampai RKB Ada, Tetapi Fasilitas Belajar Tertinggal
Sorotan LSM IIK tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai perencanaan dan penyediaan sarana pendukung pembangunan ruang kelas baru.
Sebab, pembangunan atau penyediaan ruang kelas idealnya berjalan disertai dengan penyediaan fasilitas dasar yang memungkinkan siswa menggunakan ruang tersebut secara optimal.
Ketua LSM IIK meminta pemerintah daerah tidak sekedar melihat bangunan fisik sekolah, tetapi juga memastikan fasilitas pendukungnya benar - benar tersedia dan dapat digunakan siswa.
Ahmat menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi fasilitas pendidikan di wilayah Maluku Tengah sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat.
“Yang paling penting adalah anak - anak bisa belajar dengan nyaman. Pemerintah harus melihat kebutuhan mereka secara langsung dan mengambil langkah sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan,” tutupnya.
Mapikornews.com akan terus mengawali persoalan fasilitas pendidikan ini dan menunggu penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah terkait kondisi mobiler dan perlengkapan laboratorium, di SD Kristen Haruru. (MO-AH)