Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Terkini, kondisi fasilitas kesehatan tingkat desa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memprihatinkan. Dari 57 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di seluruh wilayah, sebanyak 28 bangunan kini dinyatakan rusak berat. Sisanya mengalami rusak sedang dan ringan.
Fakta ini dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Nasrul Diman, saat dikonfirmasi, Senin, 02 November 2026.
Menurut Nasrul, tingginya angka kerusakan berat disebabkan oleh tidak seimbangnya antara laju kerusakan bangunan dengan kemampuan pemeliharaan tahunan pemerintah daerah.
"Pembangunan dan pemeliharaan yang bisa kita lakukan setiap tahun hanya satu atau dua unit saja. Itu karena kemampuan fiskal daerah yang sangat terbatas. Sementara jumlah Pustu kita 57 unit," ungkap Nasrul.
Ketidakseimbangan inilah yang membuat kerusakan kecil yang seharusnya bisa ditangani cepat, dibiarkan menumpuk hingga menjadi rusak berat.
"Bangunan yang sebelumnya hanya rusak ringan, karena tidak segera tertangani, seiring waktu, terkena hujan panas, akhirnya menjadi rusak berat. Kerusakannya menjadi signifikan dan butuh anggaran besar untuk membangun baru," jelasnya.
Ia menegaskan, dibutuhkan skema pembangunan yang memadai dan seimbang agar kerusakan tidak terus bertambah.
"Kita butuh bangunan yang memadai, dengan pemeliharaan yang sepadan. Jika setiap tahun hanya mampu 1-2 unit, sementara yang rusak ringan ada puluhan, maka mustahil bisa mengejar. Perlu intervensi pembangunan yang memadai dan terukur, agar tidak terjadi akumulasi kerusakan berat dalam jumlah yang signifikan seperti sekarang," terangnya. (Jdk)