4 November 2026 | Dilihat: 69 Kali

BUPATI ZULKARNAIN AWAT AMIR SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF KEPADA RAJA DAN MASYARAKAT NEGERI AMAHAI

BUPATI ZULKARNAIN AWAT AMIR SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF KEPADA RAJA DAN MASYARAKAT NEGERI AMAHAI

Malteng | mapikornews.com – Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Raja dan masyarakat Negeri Amahai menyusul insiden kesalahpahaman dalam prosesi penyerahan Pataka Pamahanunusa pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Masohi ke-69. Rabu 03 November 2026.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Bupati saat upacara kembali dilanjutkan di Lapangan Nusantara, Kota Masohi, Selasa (3/11/2026). Penyampaian permohonan maaf itu turut didampingi Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, dan Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata.

Insiden bermula ketika kelompok tarian Cakalele dari Negeri Amahai selesai melaksanakan prosesi penyerahan Pataka Pamahanunusa kepada Bupati Maluku Tengah. Namun, saat para penari Cakalele masih berada di atas podium dan belum sepenuhnya meninggalkan lapangan, operator acara diduga telah memutar lagu untuk melanjutkan rangkaian kegiatan berikutnya.

Situasi tersebut kemudian memicu kesalahpahaman. Kelompok Cakalele merasa tersinggung karena tindakan tersebut dinilai kurang menghargai keberadaan tarian adat yang memiliki nilai kehormatan, identitas, serta makna budaya bagi masyarakat Negeri Amahai.

Akibat kejadian itu, suasana upacara sempat memanas dan rangkaian peringatan HUT Kota Masohi ke-69 terhenti kurang lebih selama dua jam. Setelah dilakukan upaya penyelesaian dan Bupati menyampaikan permohonan maaf, kegiatan akhirnya kembali dilanjutkan sekitar pukul 11.00 WIT.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena prosesi penyerahan Pataka Pamahanunusa bukan sekadar bagian dari tata acara seremonial. Prosesi tersebut membawa simbol kehormatan, identitas, persatuan, serta penghargaan terhadap nilai - nilai adat dan budaya masyarakat Maluku Tengah.

Karena itu, insiden yang terjadi menjadi pengingat penting bagi seluruh panitia penyelenggara bahwa setiap rangkaian kegiatan adat harus dipersiapkan secara matang, termasuk koordinasi antara petugas lapangan, operator musik, protokoler, dan kelompok adat yang terlibat.

Terlebih, tarian Cakalele bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai historis dan kehormatan tersendiri bagi masyarakat Maluku. Setiap prosesi yang melibatkan simbol adat semestinya dilaksanakan dengan penuh penghormatan dan kepekaan terhadap tradisi setempat.

Hari Jadi Kota Masohi ke-69 seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan, persatuan, serta kebanggaan masyarakat Maluku Tengah. Oleh sebab itu, kejadian tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dalam penyelenggaraan kegiatan resmi pemerintah daerah.

Upacara peringatan HUT Kota Masohi ke-69 tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath bersama istri, anggota DPR RI Sadia Uluputi, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Wakil Wali Kota Ambon, Wakil Bupati Buru, Wakil Bupati Maluku Tengah, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Kapolres Maluku Tengah, Dandim, Kepala Kejaksaan, Denpom, Ketua Pengadilan Negeri, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, para camat, para raja, serta sejumlah undangan lainnya.

Momentum permohonan maaf Bupati kepada Raja dan masyarakat Negeri Amahai menjadi bagian penting dari penyelesaian insiden tersebut. Sebab, penghormatan terhadap adat dan budaya merupakan fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di Bumi Pamahanunusa. (MO-AH)

Mapikornews.com – Media Pemerhati Korupsi, dan Pemerhati Rakyat.