22 Agustus 2026 | Dilihat: 38 Kali

Bangkai Kapal Leoton Terbakar di Pelabuhan Limbung, Polisi dan Warga Berjibaku Jinakkan Api

Bangkai Kapal Leoton Terbakar di Pelabuhan Limbung, Polisi dan Warga Berjibaku Jinakkan Api

Bangka Barat | mapikornews.com — Kepanikan sempat terjadi di kawasan Pelabuhan Limbung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (22/8/2026) siang. Bangkai kapal Leoton yang sudah lama tidak beroperasi tiba-tiba terbakar dan memunculkan kobaran api di kawasan pelabuhan.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi kebakaran pertama kali diterima setelah masyarakat melaporkan kejadian itu ke Mako Satpolairud Polres Bangka Barat.

Merespons laporan tersebut, personel Satpolairud Polres Bangka Barat langsung bergerak menuju lokasi. Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia, dibantu sejumlah nelayan dan masyarakat di sekitar pelabuhan.

Upaya bersama itu dilakukan secara cepat untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah api merambat ke bagian lain kawasan pelabuhan maupun mendekati permukiman warga.

Bangkai kapal Leoton diketahui sudah lama tidak digunakan dan berada dalam kondisi tidak terawat. Kapal tersebut saat ini hanya menyisakan badan kapal, sementara sejumlah peralatan yang sebelumnya berada di dalam kapal sudah tidak ada.

Situasi tersebut membuat respons cepat menjadi penting, mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan pelabuhan yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, kesigapan personel dalam merespons laporan masyarakat menjadi salah satu faktor penting sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Satpolairud langsung mendatangi lokasi dan melakukan upaya pemadaman bersama nelayan serta masyarakat. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai meluas ke permukiman warga,” kata Yos.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan para nelayan dalam proses pemadaman turut membantu mempercepat penanganan kebakaran.

Yos pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah ikut membantu petugas di lapangan. Ia menilai, kepedulian dan kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian menjadi bagian penting dalam mencegah potensi bahaya yang lebih besar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun lingkungan. Respons cepat sangat diperlukan agar kejadian dapat segera ditangani,” ujarnya.

Setelah dilakukan upaya pemadaman, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan. Kondisi di sekitar Pelabuhan Limbung kembali aman dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung kembali.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, kerugian material untuk sementara berupa bangkai kapal Leoton yang terbakar.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan menjadi bagian dari penanganan lebih lanjut pihak terkait. (RF/KBO Babel)