BUDI AWALUDIN KADISHUB DKJ DIDUGA IKUT NIKMATI TAMBAHAN ANGGARAN RP. 500 MILIAR PROYEK LRT
Gonjang Ganjing Indikasi Korupsi Anggaran Proyek LRT Veldrome - Manggarai Terus Menguat
Jakarta || mapikornews.com
Budi Awaludin kepala dinas perhubangan Daerah Khusus Jakarta sampai saat ini masih terus bungkam, konfirmasi untuk meminta klarifikasi diabaikan begitu saja, sikap diam Budi telah menimbulkan berbagai persepsi diduga kuat Budi ikut menikmati anggaran proyek LRT yang membengkak hingga 500 miliar rupiah.

Anehnya sebelum bungkam Budi paling vokal soal uji coba 3 tahap LRT Veldrome - Manggarai sekarang malah seperti tenggelam ditelan bumi ketika diminta transparansi soal membengkaknya anggaran dari Rp.5. triliun menjadi Rp. 5,5 triliun.
Membengkaknya anggaran proyek LRT tersebut hingga 500 miliar rupiah tanpa payung hukum jelas, soal pencurian besi di stasiun Manggarai hingga masalah tarif yang mencekik sebesar 160 ribu rupiah Budi justeru bungkem seolah takut terbongkar boroknya.
Proyek LRT Veldrome - Manggarai yang ditargetkan dengan anggaran 5 triliun rupiah nilai Perpres 109/2020 pada akhirnya membengkak jadi 5,5 triliun rupiah tanpa dasar hukum jelas di Perpres 12/2025 dan Pemenko 16/2025.
Sementara INFRA mengungkapkan bahwa banyak kejanggalan pada proyek tersebut antara lain belum ada Sertifikasi Uji Pertama, belum ada Sertifikasi Kelayakan Armada, bahkan belum ada Bukti Kelulusan Trial Run, (Uji Beban dan Uji Lintas Tanpa Penumpang) dari Kementerian Perhubungan DJKA, KNKT, namun dipaksakan uji coba pada 10 September 2026.
Gonjang Ganjing proyek LRT Veldrome - Manggarai harus dibuka secara transparan, proyek yang diduga kuat terindikasi sarat dengan Tindak Pidana Korupsi yang sangat sismatik ini harus dibongkar tuntas, oleh sebab itu Kadishub DKJ Budi Awaludin harus memberikan penjelasan jangan ngumpet.
Red