19 September 2026 | Dilihat: 134 Kali

Ketua DWP Tanjabtim: Nurmaya Sapril Tegaskan, Pengelolaan Kantin DWP Tetap Berjalan-Tanpa Pengalihan Kontrak

Ketua DWP Tanjabtim: Nurmaya Sapril Tegaskan, Pengelolaan Kantin DWP Tetap Berjalan-Tanpa Pengalihan Kontrak

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com —Menanggapi isu pengelolaan Kantin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Ketua DWP Tanjabtim, Nurmaya Sapril, S.IP memberikan klarifikasi melalui sambungan telepon, pada Sabtu, 19/09/26.

Nurmaya mengatakan, bahwa kantin tersebut memang sengaja diminta untuk dikelola oleh pihak ketiga dengan sistem bagi hasil, karena pengurus DWP sudah tidak mampu lagi mengelola sendiri seperti sebelumnya (duhulu).

"Kantin DWP memang kami minta Ibu Nurhayati yang kelola, dengan catatan bagi hasil karena kami pengurus DWP tidak mampu lagi mengelola sendiri seperti dulu," ujarnya.

Berikut pihaknya menjelaskan, angka Rp 6 juta per tahun yang selama ini beredar itu jatuhnya Rp 500.000 per bulan. Itu merupakan hasil kesepakatan antara DWP dengan pengelola sekarang, mengingat semua perlengkapan kantin adalah milik DWP.

"Yang 6 juta setahun itu jatuhnya 500 ribu per bulan, itu kesepakatan kami dengan pengelola sekarang, karena semua perlengkapan kantin itu DWP yang punya," jelasnya.

Ketua DWP juga meluruskan, bahwa dana tersebut bukan merupakan sewa yang disetorkan ke keuangan daerah. Dana bagi hasil tersebut dititipkan ke salah satu staf keuangan untuk memudahkan pengelolaan, sebutnya.

"6 juta itu bukan sewa Ibu itu ke keuangan daerah, tapi bagi hasil dengan DWP yang dititip ke salah satu staf keuangan, untuk memudahkan Ibu Nurhayati berurusan, yang kerjasama dengan keuangan daerah itu adalah DWP," ungkapnya.

Untuk tahun ini, pihaknya mengaku belum ada pembahasan kenaikan bagi hasil. Isu kenaikan yang beredar, menurutnya, mungkin hanya wacana dari bagian keuangan untuk disesuaikan dengan retribusi pemakaian kekayaan daerah.

"Untuk tahun ini kami belum ada bahas kenaikan bagi hasil, mungkin itu wacana dari keuangan untuk disesuaikan dengan retribusi pemakaian kekayaan daerah," tambahnya.

Ia juga memastikan hingga saat ini belum ada pembicaraan untuk mengalihkan atau over kontrak pengelolaan kantin kepada pihak lain.

"Belum ada omongan mau over kontrak ke yang lain," tegas Nurmaya. (Jdk)