Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Selamat Atas Pernikahan (Happy Wedding): Yoel Media Setiawan Sitorus, S.AB-Nidia Nova Elizabeth Margura, Br. Silitonga, S.M.
Dengan penuh sukacita dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, keluarga besar Bapak St. J. Sitorus dan Ibu L. Br. Tampubolon (Op. Yovela), melepas Putra tercinta, Yoel Media Setiawan Sitorus, untuk dipersatukan dalam pernikahan kudus bersama Nidia Nova Elizabeth Margura, Br. Silitonga. Yoel adalah Putra Bapak Sitorus dan Ibu L. Br. Tampubolon yang menetap di Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur-Jambi.
Sedangkan Nidia merupakan Putri dari Bapak Ir.Hotniasi Silitonga dan Ibu St.Serly M.Br Saragih, SST, yang berdomisili di Helvetia, Kota Medan.
Pemberkatan pernikahan berlangsung sakral pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Gereja HKBP Kota Baru, Jambi dan dilanjutkan dengan pesta adat Batak di Sopo Godang wilayah Kota Baru.
Di hadapan Pendeta, keluarga besar dan ratusan jemaat, kedua mempelai mengucapkan kaul janji nikah untuk saling mengasihi, menghormati, dan setia sampai maut memisahkan dilanjutkan prosesi tukar cincin menjadi meterai cinta kasih dan simbol kesetiaan kedua mempelai di hadapan Tuhan, Pendeta, Orangtua dan Jemaat. Alunan kidung pujian dan doa pemberkatan mengiringi penandatanganan buku nikah gereja.
Tangis haru sukacita menyelimuti kedua orang tua yang melepas anak-anak mereka memulai kehidupan baru. Pernikahan ini menjadi wujud nyata, “Benih kasih ditanam di rumah doa, tumbuh subur berbuah bahagia abadi.”
Setelah pemberkatan, suasana beralih penuh kehangatan Budaya Adat Batak di Sopo Godang Jubileum HKBP Resort Jambi. Alunan musik khas Batak mengiringi setiap makna prosesi.
Acara kemudian berlanjut ke sesi pemberian doa dan nasihat pernikahan kepada kedua mempelai. Dalam suasana penuh haru dan kekhidmatan, para Raja ni Hula-hula, Tulang, Dongan Tubu, serta Orangtua, Dongan Sahuta dan keluarga kerabat lainnya yang saling mengasihi menyampaikan pesan-pesan bijak.
Nasihat yang tersampaikan mengingatkan agar rumah tangga yang baru dibangun senantiasa meletakkan Tuhan sebagai fondasi utama, saling mengasihi, menghormati, dan tetap setia melangkah bersama dalam suka maupun duka. Puncak kehangatan acara pun tiba dengan prosesi penyematan Ulos Batak kepada kedua mempelai.
Ulos, yang merupakan lambang kasih sayang, perlindungan sekaligus berkat tulus dari orang tua dan para Hula-hula, disematkan satu per satu kepada Yoel dan Nidia.
Setiap helai ulos yang melilit bahu mereka bukan sekadar kain tenun indah, melainkan ikrar restu, tanggung jawab adat, serta doa berkelimpahan yang mengikat erat kedua keluarga besar.
Prosesi ini berjalan sesuai tata adat Batak, diiringi irama gondang yang menyejukkan hati, sementara seluruh tamu undangan turut mendoakan agar rumah tangga Yoel dan Nidia senantiasa hidup dalam berkat, harmoni, dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Seluruh rangkaian adat berjalan tertib dengan penuh makna, dihadiri oleh Raja ni Hula-hula, Tulang, Dongan Tubu, Boru, Bere / Ibebere, Pariban, Sahuta, Kerabat dan Dongan Sahuta sian Muara Sabak hadir penuh sukacita serta ratusan tamu undangan dari kedua belah pihak. Kehadiran mereka menjadi bukti eratnya tali persaudaraan dan dukungan tulus bagi kedua mempelai.
Momen ini sekaligus membuktikan, kasih suci tidak hanya dipersembahkan di hadapan Tuhan, tetapi juga diikat erat oleh nilai-nilai luhur budaya yang dijaga turun-temurun. Di penghujung acara, mewakili atas nama keluarga, Bapak St. J. Sitorus dan Ibu L. Br. Tampubolon menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, “Terima kasih atas kehadiran dan doa Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian.
Kiranya Tuhan yang membalas segala kebaikan dan menjadikan momen ini sebagai berkat bagi kita semua.” Segenap rangkaian acara yang memadukan iman dan kearifan lokal ini menegaskan satu kebenaran indah, “Cinta yang dibangun di atas Tuhan, takkan goyah oleh waktu dan jarak.” Kiranya Tuhan Yesus senantiasa memberkati Yoel-Nidia dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang baru, Damai Sejahtera Sukacita Tuhan, Memberkati Kita Semua, Amin. (Jdk)