8 Oktober 2026 | Dilihat: 20 Kali

Dirut PAM Arief Nasrudin. Berkoar di PBB, Hancur di Jakarta

Dirut PAM Arief Nasrudin. Berkoar di PBB, Hancur di Jakarta

Jakarta | mapikornews.com — Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin berkoar di forum internasional. Pada 22 September 2026 lalu, ia tampil di New York dalam Private CEO Roundtable rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81 atas undangan Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab. Ia mengklaim membawa transformasi pengelolaan air Jakarta ke dunia dan disebut sebagai satu-satunya wakil Indonesia.

Di podium PBB, Arief menjual cerita manis: target 100% cakupan layanan air perpipaan tahun 2029, kapasitas produksi 32.950 liter per detik, jaringan 16.234 kilometer, hingga wacana water cooling untuk data center dan creative financing.

Tapi begitu kembali ke Jakarta, semua koar-koar itu hancur lebur. Fakta lapangan yang ditemukan tim Mapikor justru menunjukkan PAM Jaya carut marut dan penuh masalah serius.

Berkoar di PBB New York

Arief memaparkan seolah PAM Jaya sudah bertransformasi menjadi perusahaan air kelas dunia. Ia bicara investasi air sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi, kesehatan dan lingkungan. Narasi yang dibangun adalah prestasi mendunia.

Padahal forum tersebut hanya CEO Roundtable, bukan sidang resmi PBB. Ini lebih mirip ajang pencitraan yang dibungkus undangan dari UAE, bukan prestasi yang diakui PBB secara resmi.

Hancur di Jakarta - pipa amburadul

Klaim 100% layanan 2029 langsung terbantahkan di lapangan. Investigasi Mapikor di Cipayung Jakarta Timur menemukan proyek jaringan pipa amburadul, galian mangkrak, pipa bocor dan air keruh. Warga masih menjerit harus beli air tangki dan keluhan air mati masih membludak di media sosial. Bagaimana mau bicara transformasi dunia kalau urusan mengalirkan air di Jakarta saja gagal total.

LHKPN jomplang Rp35,4 miliar

Pencitraan di luar negeri tidak sejalan dengan transparansi harta di dalam negeri. Data LHKPN KPK milik Arief Nasrudin jomplang dan naik tidak wajar:

- 2022: Rp32,7 miliar- 2023: Rp33,2 miliar- 2024: Rp35,4 miliar

Naik Rp2,7 miliar dalam tiga tahun. Dari mana sumbernya?

Temuan tim Mapikor:

- 6 bidang tanah di Bogor dengan NJOP bodong, diduga dilaporkan di bawah harga pasar- 1 unit mobil BMW dan 1 unit Jeep Rubicon mewah tidak dilaporkan di LHKPN- hutang janggal Rp2,3 miliar ke perusahaan yang terafiliasi istri, diduga modus pencucian berkedok hutang- bisnis istri tidak dilaporkan dalam LHKPN- momentum kenaikan harta bersamaan dengan dugaan hilangnya dana bansos Rp150 miliar saat jabat Dirut Pasar Jaya

Dana pensiun pegawai terancam

Ini yang paling fatal. Saat dirut sibuk berkoar di New York, dana pensiun pegawai PAM Jaya justru terancam. Data internal menunjukkan grafik dana pensiun anjlok minus 18,5% dari tahun 2023 ke 2024, defisit ratusan miliar rupiah.

Uang hasil keringat pegawai seumur hidup yang seharusnya jadi jaminan hari tua kini tidak jelas nasibnya. Air dijanjikan mengalir 100%, tapi dana pensiun justru mengering.

Runtutannya jelas: berkoar di PBB New York, tapi PAM hancur di Jakarta, pipa amburadul, LHKPN jomplang Rp35,4 miliar, dan dana pensiun pegawai terancam.

IIK (Indonesia Investigasi Korupsi) mendesak KPK segera periksa LHKPN, BPK audit total dana pensiun PAM Jaya, dan DPRD DKI panggil dirut untuk menjelaskan pencitraan di PBB versus fakta kehancuran di Jakarta.

Ketika berita ini di konfirmasi, lagi-lagi Arief Nasrudin dan stafnya Gatra, menghindar. No HP Mapikor di blokir. 

(Tim Investigasi )