8 Oktober 2026 | Dilihat: 42 Kali

TERBONGKAR! 5 DOSA TERDALAM PAM JAYA ERA ARIEF NASRUDIN YANG SELAMA INI DITUTUPI - DARI JUAL DATA WARGA KE PINJOL SAMPAI GONDOL DANA PENSIUN

TERBONGKAR! 5 DOSA TERDALAM PAM JAYA ERA ARIEF NASRUDIN YANG SELAMA INI DITUTUPI - DARI JUAL DATA WARGA KE PINJOL SAMPAI GONDOL DANA PENSIUN

Jakarta | mapikornews.com — Setelah 16 dosa PAM Jaya dibongkar Mapikor News, banyak yang mengira sudah habis. Ternyata tidak. Tim investigasi Mapikor menemukan 5 dosa terdalam yang selama ini disembunyikan rapat-rapat di dalam brankas direksi. Ini yang belum pernah ditulis media manapun.

DOSA KE-17: DATA 1,2 JUTA PELANGGAN PAM JAYA BOCOR - DIJUAL KE PINJOL

Awalnya hanya PKS penagihan tunggakan dengan debt collector PT Mitracomm Indonesia No.004/PAM/K/I/2023. Tapi di pasal tersembunyi, PAM serahkan database lengkap: NIK, KK, alamat, histori tagihan 1,2 juta pelanggan.

Akibatnya? Warga Kapuk Muara yang nunggak Rp 200 ribu tiba-tiba diteror pinjol. Warga Penjaringan dapat WA:  "Data Anda ada di kami, bayar atau kami sebar."

Kominfo tahun 2024 pernah layangkan teguran keras soal pelanggaran UU PDP. Tapi direksi PAM minta kasus ditutup dengan alasan "kerjasama bisnis". Data warga jadi jaminan utang.

DOSA KE-18: AIR GRATIS UNTUK APARTEMEN MEWAH, WARGA KAMPUNG DISURUH ANTRI EMBER

Ini bukti diskriminasi air paling telanjang. Developer PIK 2, Pantai Mutiara, dan BSD dapat Perjanjian Khusus: suplai 24 jam tanpa mati, tekanan besar, harga K-II rumah mewah Rp 17.500.

Syaratnya? Bayar uang muka Rp 50 Miliar ke PAM Jaya untuk "jaminan pasokan".

Sementara warga Tegal Alur, Rawa Buaya, Kalideres yang tagihannya sama Rp 21.550 untuk rusun, hanya dapat air 2 jam, jam 21.00-23.00 WIB. Lewat dari itu mati. Harus antri ember.

Dokumen SPK prioritas developer ini ditandatangani Arief Nasrudin Desember 2024. Air untuk yang kaya, ember untuk yang miskin.

DOSA KE-19: IPA HUTAN KOTA Rp 890 M - PROYEK BODONG JADI SARANG NYAMUK

Inilah akar dari tragedi air got TDS 10.000 ppm September 2026. IPA Hutan Kota yang diklaim canggih itu ternyata proyek bodong.

Nilai proyek Rp 890 Miliar diresmikan Gubernur Pramono Anung awal 2025. Faktanya audit BPK temukan pompa belum kalibrasi, filter karbon belum dipasang, pipa intake masih bocor. Air baku dari Kali Angke yang sudah tercemar tinja langsung diolah setengah matang.

Kelebihan bayar Rp 87 Miliar sudah terdeteksi BPK. Tapi PAM tetap operasikan. Hasilnya 44.872 warga minum air got. IPA yang seharusnya jadi solusi malah jadi sumber petaka.

DOSA KE-20: REKRUTMEN PEGAWAI JALUR ORDAL - 300 PEGAWAI TITIPAN PARPOL

Tahun 2024-2025 PAM rekrut 300 pegawai baru. Tesnya formalitas. Faktanya 70% adalah titipan parpol pendukung gubernur dan timses Pilkada.

Anak, keponakan, timses masuk tanpa kompetensi jaringan. Karyawan senior yang paham pipa 20 tahun malah dimutasi ke Kepulauan Seribu sebagai hukuman karena protes.

Serikat Pekerja PAM Jaya sudah kirim surat ke DPRD DKI Februari 2025. Suratnya hilang di meja Ketua Dewas Prasetyo Edi Marsudi. PAM kini bukan perusahaan air, tapi perusahaan penampungan balas jasa.

DOSA KE-21: DANA PENSIUN PEGAWAI Rp 112 M DIGONDOL UNTUK BAYAR MOYA

Ini dosa paling gila. Akhir 2024 kas PAM Jaya kosong karena harus bayar water charge ke Moya Indonesia tiap bulan. Tidak ada uang.

Solusi direksi? Gondol dana pensiun pegawai Rp 112 Miliar.

Uang pensiun yang dikumpulkan pegawai 20 tahun dipakai untuk talangi tagihan Moya. Kini dana pensiun defisit. Pegawai yang pensiun Januari 2026 sampai sekarang uang pensiunnya dicicil 12 kali, Rp 3 juta per bulan. Ada yang meninggal sebelum lunas.

Ketua SP (Serikat Pekerja) PAM: "Kami kelola air untuk rakyat, tapi air mata kami sendiri tidak ada yang urus."

Saat dikonfirmasi Arief Nasrudin tidak menggubris, sementara stafnya Gatra dan Avi, hoak minta no Mapikor tapi tidak mengklarifikasi

(Tim Investigasi)