29 April 2026 | Dilihat: 17 Kali

FP2T Babel Ajak Semua Pihak Tahan Diri, Hindari Konflik Berkelanjutan

FP2T Babel Ajak Semua Pihak Tahan Diri, Hindari Konflik Berkelanjutan
Caption: Forum Pencucian Pasir Tailing (FP2T) Bangka Belitung saat menggelar jumpa pers bersama sejumlah anggotanya di salah satu Kedai Kopi di Pangkalpinang.

Pangkalpinang | mapikornews.com — Forum Pencucian Pasir Tailing (FP2T) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya angkat bicara terkait insiden yang terjadi pada 7 Maret 2026 lalu. Melalui pernyataan resmi, organisasi tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada anggota Satlap Tricakti, sekaligus menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah aksi yang direncanakan maupun terorganisir oleh pihak manapun.

Ketua Umum FP2T Babel, Akhmad Djuarsyah, menyampaikan bahwa insiden tersebut harus dilihat secara jernih dan tidak dibesar-besarkan hingga memicu konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Peristiwa itu terjadi di luar rencana. Tidak ada skenario atau pengorganisasian dari pihak mana pun. Kami berharap semua pihak bisa memahami konteks ini dengan bijak,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di salah satu warkop di Pangkalpinang, Rabu (29/4/2026).

Dalam pernyataannya, FP2T juga menekankan pentingnya menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran bersama, bukan sebagai bahan untuk saling menyalahkan. Menurut Djuarsyah, situasi yang berkembang pasca kejadian justru berpotensi memperkeruh hubungan sosial jika tidak disikapi dengan kepala dingin.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat Bangka Belitung selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kebersamaan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk menjaga semangat tersebut agar tidak tergerus oleh provokasi.

“Jangan sampai rasa persaudaraan yang sudah terbangun rusak hanya karena emosi sesaat atau dipicu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Lebih lanjut, FP2T Babel menyerukan kepada semua pihak yang terlibat maupun yang terdampak untuk menahan diri dan mengedepankan sikap bijaksana. Menurut mereka, konflik horizontal hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak, baik dari sisi sosial maupun keamanan daerah.

Dalam konteks ini, FP2T juga berharap pimpinan Satgas Tricakti dapat menyikapi persoalan tersebut secara arif dan proporsional. Mereka menilai, pendekatan yang mengedepankan dialog dan pemahaman akan jauh lebih efektif dalam menjaga stabilitas dibandingkan dengan langkah-langkah yang berpotensi memperuncing keadaan.

“Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Bangka Belitung tetap aman dan kondusif. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut dan justru merugikan masyarakat luas,” tambahnya.

Pernyataan FP2T ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa upaya meredam ketegangan tengah diupayakan oleh berbagai pihak. Di tengah dinamika yang berkembang, seruan untuk kembali pada nilai persatuan dan kesatuan menjadi kunci agar stabilitas daerah tetap terjaga.

Dengan nada yang lebih menyejukkan, FP2T Babel menutup pernyataannya dengan ajakan terbuka kepada seluruh masyarakat untuk mengedepankan akal sehat, menjauhi provokasi, serta memperkuat solidaritas sebagai fondasi utama dalam menjaga keharmonisan di Negeri Serumpun Sebalai. (RF/KBO Babel)