1 Mei 2026 | Dilihat: 23 Kali

Hardiknas 2026, Kepsek SMPN 4 Tanjabtim Menegaskan, Pendidikan Bermutu Bukan Soal Nilai, Tapi Karakter

Hardiknas 2026, Kepsek SMPN 4 Tanjabtim Menegaskan, Pendidikan Bermutu Bukan Soal Nilai, Tapi Karakter

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, pada tanggal 2 Mei, Kepala Sekolah SMPN 4 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Sri Handayani, S.Pd, saat dikonfirmasi, pada Jum'at (01/05/26), menyampaikan pesan mendalam dan inspiratif bagi seluruh siswa, guru dan orangtua para murid. 

Kepsek memaparkan, peringatan tahun ini mengusung tema besar "Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu yang Selaras dengan SDG 4", yang menjadi pijakan semangat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. 

Pada kesempatan ini, Sri Handayani menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses memanusiakan manusia sesuai visi Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional. 

Menurutnya "Pendidikan bermutu tidak hanya diukur dari penguasaan teknologi atau nilai ujian, tetapi dari integritas dan karakter yang kuat," tegas Kepsek, sekolah Akreditasi A ini, dengan pernyataan mengedukasi. 

Dijenjang SMP yang merupakan masa transisi penting, Sri Handayani mengingatkan para siswa untuk mulai mengambil peran aktif. 

"Anak-anak SMP, bukan lagi sekadar objek yang menerima pelajaran, melainkan subjek yang harus berproses menjadi pribadi mandiri. Kecerdasan tanpa adab adalah sia-sia. Jadikan sekolah ini tempat mengasah empati, berpikir kritis, dan mengembangkan potensi diri," ucap Kepsek bermaksud mengimbau peserta didiknya.  

Berikut dalam menjawab tantangan era modern dan target SDG 4, peran Guru kini bergeser menjadi fasilitator yang inovatif. Guru dituntut relevan dengan teknologi, namun tetap membumi dengan nilai kemanusiaan, terangnya. Lebih lanjut, Kepsek menyoroti makna "Partisipasi Semesta".

Pendidikan tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan orangtua. Dengan demikian "Bapak dan Ibu orang tua siswa yang kami hormati, sinkronisasi nilai antara rumah dan sekolah adalah kunci utama.

Mari kita bergandengan tangan memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang utuh dan mendukung," tambahnya. Sri Handayani berharap semangat trilogi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, selalu menjadi pedoman. 

"Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen menjadikan SMPN 4 Dendang-Tanjabtim, sebagai sekolah yang nyaman, aman, dan bermutu tinggi. Pendidikan hari ini adalah bekal siswa pelajar menjadi pemimpin masa depan," ungkapnya. (Jdk)