1 Mei 2026 | Dilihat: 39 Kali

Hardiknas 2026, SDN 219/X Pandan Lagan-Tanjabtim Tegaskan, Partisipasi Semesta Titik Balik Gotongroyong Pendidikan

Hardiknas 2026, SDN 219/X Pandan Lagan-Tanjabtim Tegaskan, Partisipasi Semesta Titik Balik Gotongroyong Pendidikan

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Momen bersejarah, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, tidak hanya sekadar upacara peringatan, melainkan saat yang tepat untuk merefleksikan visi besar Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan pendidikan yang memerdekakan. Hal ini disampaikan oleh Kepala SDN 219/X Pandan Lagan, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Rasito, S.Pd, Jumat (01/05/26). 

Mengusung tema nasional "Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu yang Selaras dengan SDG 4", Rasito memberikan sudut pandang yang mendalam dan strategis. 

Menurutnya, dunia saat ini sedang berpacu mencapai target Sustainable Development Goals (SDG) ke-4, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi semua. 

"Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan sekolah atau pemerintah saja. Kita membutuhkan 'Partisipasi Semesta', sebuah gerakan gotong royong modern yang melibatkan orang tua, masyarakat, sektor swasta, dan setiap individu untuk peduli terhadap kualitas belajar anak bangsa," tegas Rasito. 

Konsep ini menegaskan bahwa kemajuan pendidikan adalah tanggung jawab bersama yang melampaui batas institusi pendidikan semata. Di era digital yang semakin canggih ini, Rasito menyoroti bahwa tantangan pendidikan kini telah bergeser. 

"Tantangan kita bukan lagi soal akses semata, melainkan soal relevansi dan mutu. Apakah pendidikan kita sudah mampu mencetak generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas tanpa batas, dan kepedulian sosial yang tinggi?" ungkapnya. Oleh karena itu, sinergi dari berbagai elemen kehidupan sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut.

Hardiknas 2026 "Mari kita jadikan momen ini sebagai awal percepatan kemajuan pendidikan, dengan semangat gotong royong dan partisipasi penuh dari seluruh lapisan masyarakat, kita yakin pendidikan bermutu bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang bisa kita raih bersama demi masa depan generasi penerus bangsa," pungkasnya. 

Lebih lanjut Rasito mengatakan, dalam sistem pendidikan nasional, Sekolah Dasar memiliki peran yang sangat istimewa dan strategis.

Jika pendidikan itu ibarat membangun sebuah gedung megah, maka Jenjang SD adalah pondasinya. Di sinilah letak makna sesungguhnya dari "Partisipasi Semesta".

Karena karakter tidak bisa dibentuk hanya di dalam kelas. Karakter dibentuk oleh lingkungan, keteladanan, dan pembiasaan yang didukung oleh rumah dan masyarakat, terangnya. Di usia dini hingga kelas 6, anak-anak bagaikan kertas putih yang bersih atau lumpur liat yang mudah dibentuk. Apa yang kita tanam, itulah yang akan tumbuh.

Apa yang kita bentuk, itulah yang akan menjadi sosok mereka kelak. Oleh karena itu, di SDN 219/X Pandan Lagan ini, kami tidak hanya fokus pada membaca, menulis, dan berhitung (3M). Lebih dari itu, kami menjadikan Pendidikan Karakter sebagai prioritas utama. 

"Di jenjang SD, kita sedang berkelanjutan menanam benih kejujuran, kedisiplinan, sopan santun, kasih sayang, dan cinta tanah air. Jika pondasi karakter ini kuat, maka ketika mereka naik ke SMP, SMA, hingga Universitas, ilmu yang mereka dapatkan akan ditempatkan pada wadah yang mulia." 

Ilmu pengetahuan dan teknologi bisa berkembang dan berubah seiring zaman, tapi karakter adalah bekal abadi yang akan membimbing mereka seumur hidup. Generasi yang hebat bukan hanya yang pandai secara otak, tapi yang memiliki hati yang bersih dan akhlak yang terpuji. 

Dengan demikian, melalui tema Partisipasi Semesta, saya mengajak Bapak dan Ibu orang tua murid untuk turut serta mengokohkan pondasi ini di rumah. Jangan biarkan nilai-nilai baik yang diajarkan di sekolah pudar saat di rumah. Mari kita bersepakat, menjadikan SDN 219 sebagai tempat terbaik untuk membentuk insan yang cerdas pikirannya, kuat imannya, dan mulia akhlaknya, ungkap  Kepsek mengedukasi. (Jdk)