1 Mei 2026 | Dilihat: 40 Kali

Hardiknas 2026: SMPN 12 Tanjabtim, Titik Nol Perubahan, Wujudkan Sekolah Aman & Humanis

Hardiknas 2026: SMPN 12 Tanjabtim, Titik Nol Perubahan, Wujudkan Sekolah Aman & Humanis

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, tidak sekadar dimaknai sebagai upacara seremonial, melainkan dijadikan sebagai "Titik Nol" atau awal mula perubahan nyata. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Muhammad Nur, S.Pd, Jum'at, 01/05/26. 

Menurut Kepsek, peringatan Hardiknas tahun ini harus menjadi tonggak komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang benar-benar kondusif, nyaman, dan terlindungi. M.Nur menekankan bahwa sekolah yang ideal bukan hanya ditentukan oleh fasilitas atau nilai akademik semata, melainkan oleh rasa aman yang dirasakan oleh setiap siswa. 

"Hardiknas 2026 harus jadi titik nol, bukan cuma seremoni, tapi awal dari sekolah yang benar-benar aman," tegasnya dengan penuh keyakinan. Lebih lanjut ia menjelaskan, kenyamanan psikologis adalah fondasi utama proses pendidikan. 

"Sekolah harusnya jadi tempat paling aman buat anak. Kalau sekolah tidak aman, anak tidak akan bisa belajar, apalagi berinovasi. Proses tumbuh kembang dan kreativitas mereka akan terhambat jika rasa takut dan tidak nyaman masih ada," ujarnya. 

Tema Hardiknas 2026 "Partisipasi Semesta Untuk Pendidikan Bermutu Yang Selaras Dengan SDG 4". Menghidupkan kembali filosofi Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan sejati bertujuan memanusiakan manusia menyikapi hal ini, Kepsek menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat paling aman bagi anak. 

Disebutkan, SMPN 12 Tanjabtim, bertekad  menciptakan ekosistem bebas bullying, penuh kasih sayang, dan damai, sebagaimana semboyan Tut Wuri Handayani yang mengajarkan kita untuk saling mendukung dan melindungi.

Oleh karena itu, Kepala Sekolah mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama. "Ini butuh kita semua yang bergerak, bukan hanya tanggung jawab guru semata, melainkan melibatkan seluruh warga sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menjaga martabat dan keselamatan setiap anak didik. Tema besar: "Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu yang Selaras dengan SDG 4" mengajarkan kita bahwa pendidikan yang berkualitas tidak bisa berdiri sendiri.

Ia membutuhkan peran serta kita semua, dalam satu kesatuan tujuan. Partisipasi Semesta itu bermula dari hati dan tindakan kita masing-masing. Jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang melindungi. Di sini, siswa bebas bermimpi, bebas berkarya, dan bebas menggali potensi diri tanpa rasa takut, terangnya. 

Guru, orang tua, dan masyarakat sudah siap mendukung. Kini giliran siswa untuk bergerak, menjaga martabat teman, dan membangun karakter yang mulia. Mari kita buktikan, dengan rasa aman dan kasih sayang, kita bisa melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter kuat, dan siap memimpin masa depan.

Anak-anak ingatlah, sekolah ini bukan sekadar bangunan tempat kalian datang pagi dan pulang sore. Sekolah ini adalah rumah kedua kalian. Dan di dalam sebuah rumah, yang paling utama adalah rasa AMAN, NYAMAN, dan DAMAI. Kalian para siswa berhak mendapatkan perlindungan. Kalian berhak belajar tanpa rasa takut, tanpa rasa terintimidasi, dan tanpa rasa minder. 

Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan berinovasi, asalkan kalian merasa aman. Namun, rasa aman itu tidak akan datang dengan sendirinya. Rasa aman itu kita bangun bersama. Kepada segenap siswa SMPN 12, Jadilah Pelindung, Bukan Penindas: Jangan pernah menyakiti teman, baik dengan kata-kata maupun perbuatan.

Hentikan budaya bullying. Ingat, orang kuat bukan yang bisa merendahkan orang lain, tapi yang bisa mengangkat orang lain.Saling Menyayangi: Perlakukan teman kalian sebagaimana kalian ingin diperlakukan. Penuhilah sekolah ini dengan senyuman, salam, dan sapa yang penuh kasih sayang. Berani Berbuat Baik: Jika kalian melihat ketidakadilan atau teman yang disakiti, jangan diam laporkan, bantu, dan berikan dukungan. Kita adalah satu keluarga besar di SMPN 12, sambung Kepsek mengimbau.

Berikut peran aktif orangtua untuk menjadi Mitra dalam Menjaga Keamanan dan Karakter Lingkungan sekolah yang aman, bebas bullying, dan penuh kasih sayang itu bukan hanya tanggung jawab guru di kelas. Ini butuh sinergi orangtua komunikatif dan peka terhadap perubahan perilaku atau kondisi psikologis anak.

Jika ada keluhan, kekhawatiran, atau tanda-tanda yang mengganggu, mari kita selesaikan melalui jalur komunikasi yang baik dan bijak, bukan dengan tindakan sendiri.

Mari kita bersepakat menjaga anak-anak kita agar merasa aman di mana pun mereka berada. Masa SMP adalah masa transisi yang krusial, di mana anak mulai mencari jati diri. Peran orangtua untuk selalu mendampingi, mendengarkan, dan memberikan semangat sangatlah vital.

Jadilah pendengar yang baik dan sahabat bagi anak-anak  Dengan dukungan orangtua dan keluarga sekolah, saya yakin visi menjadikan SMPN 12 sebagai tempat paling aman, nyaman dan berkualitas, berkelanjutan untuk anak-anak kita akan terwujud, terang Kepsek optimis. (Jdk)