5 September 2026 | Dilihat: 67 Kali

ISPU 150,9!  Udara Memburuk Kepung Tanjabtim, Dampak Kesehatan Mengintai-Prihatin Bantuan Masker Sangat Minim 

ISPU 150,9!  Udara Memburuk Kepung Tanjabtim, Dampak Kesehatan Mengintai-Prihatin Bantuan Masker Sangat Minim 

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Langit Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kembali kelabu. Asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin memburukkan kualitas udara, dan dampaknya akan mengancam  kesehatan masyarakat. 

Data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup mencatat ISPU PM2.5 pada Sabtu pagi, 5 September 2026, menembus angka 150,9, masuk kategori TIDAK SEHAT dan merupakan angka tertinggi dalam 12 hari terakhir. 

Partikel halus PM2.5 tak kasat mata, namun dampaknya sangat nyata. Batuk, iritasi mata, sesak napas, hingga kambuhnya ISPA dan asma kini mengintai setiap saat. Kelompok paling rentan: anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pekerja yang beraktivitas di luar ruangan. 

"Mencegah Lebih Baik dari Mengobati" Masker, Tameng Termudah yang Justru Langka Di tengah kondisi udara kotor ini, upaya paling sederhana dan paling mendesak adalah pembagian masker gratis.

Namun keprihatinan muncul, hingga hari ini, hanya PMI Tanjabtim yang terpantau konsisten turun ke lapangan membagikan masker kepada masyarakat. 

"Padahal ini momentum semua pihak untuk hadir. Satu kotak masker yang dibagikan hari ini, bisa mencegah puluhan warga terpaksa berobat ke puskesmas minggu depan," ungkap  penulis, Sabtu, 05/09/26. 

Kondisi ini menjadi tamparan sekaligus ajakan tulus. Kepada seluruh Partai Politik, Organisasi Kemasyarakatan, para Pengusaha, dan Perusahaan yang beroperasi di wilayah  Tanjabtim, saatnya bergerak. Kehadiran nyata tak harus berupa bantuan besar.

Cukup bagikan masker gratis di pasar, sekolah, pelabuhan,dan desa-desa yang terdampak asap. "Karhutla ini tanggung jawab kita bersama. Kalau bukan kita yang peduli kesehatan warga sendiri, siapa lagi?

Mencegah itu jauh lebih murah dan jauh lebih manusiawi daripada mengobati," sebagaimana harapan masyarakat umumnya. Saat asap masih mengepul dan ISPU masih bertahan di zona merah, masker adalah satu-satunya tameng paling dasar yang bisa dipakai warga. Pertanyaannya kini sederhana, siapa lagi yang mau bergerak bersama PMI? (Jdk)