5 September 2026 | Dilihat: 272 Kali

Kualitas Udara Tanjabtim Sabtu Pagi Memburuk Masuk Zona Merah-ISPU Tembus 150, Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara Tanjabtim Sabtu Pagi Memburuk Masuk Zona Merah-ISPU Tembus 150, Kategori Tidak Sehat

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Kualitas udara wilayah  Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kembali memburuk secara signifikan pada Sabtu pagi, 5 September 2026. Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2.5 pada pukul 07.00 WIB tercatat 150,9, masuk kategori TIDAK SEHAT dan merupakan angka tertinggi selama 12 hari terakhir pemantauan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim, M. Eduart, Sabtu, 05/09/26 menjelaskan, bahwa lonjakan ini telah terdeteksi sejak dini hari. "Pada pukul 00.00 WIB dini hari ISPU sudah tercatat 110,3 dengan kategori yang sama. 

Data kami menunjukkan peningkatan konsentrasi PM2.5 yang sangat signifikan, dengan puncaknya pada pukul 07.00 WIB," ungkapnya. 

Tren 12 Hari Terakhir, Fluktuasi dan Berulang Masuk Zona Tidak Sehat Pemantauan berkelanjutan sejak 25 Agustus 2026 menunjukkan kualitas udara Tanjabtim mayoritas berada di kategori Sedang (ISPU 51-100).

Namun dalam kurun waktu tersebut, tercatat tiga kali kejadian masuk zona Tidak Sehat,  1. Selasa, 25 Agustus: Pagi 101,8, Siang 101,12. Minggu, 30 Agustus Siang 103,03. Sabtu, 5 September: Dini hari 110,3 Pagi 150,9, terang Kadis secara spesifik. 

Kondisi udara paling baik terjadi pada Jumat, 28 Agustus pukul 07.00 WIB, tercatat di angka 59 (kategori Sedang).

Pola lonjakan ISPU paling sering terjadi pada rentang pagi hingga siang hari, pukul 07.00–13.00 WIB, tambah Eduart. 

Imbauan Resmi DLH, Wajib Pakai Masker, Kurangi Aktivitas Luar Ruang Dengan status udara Tidak Sehat, Dinas Lingkungan Hidup mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah perlindungan berikut,Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan.

Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan pada rentang pagi hingga siang hari.Tutup ventilasi rumah dan perbanyak konsumsi air putih untuk menjaga daya tahan tubuh, beber Eduard mengimbau. 

"Kami akan terus melakukan pemantauan setiap 6 jam sekali. Masyarakat dapat memantau perkembangan angka ISPU secara langsung melalui kanal resmi Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim," ungkapnya. Keterangan Kategori ISPU PM2.5: Baik (0–50) | Sedang (51–100) | Tidak Sehat (101–200) | Sangat Tidak Sehat (201–300) | Berbahaya (>300). (Jdk)