Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan aplikasi Survei Lingkungan Belajar (SULINGJAR) bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Pintar, Komplek Perkantoran-Bukit Benderang, pada Rabu, 29 Juli 2026.
Segenap agenda penting ini, diikuti oleh para Penilik, Kepala Sekolah dan Operator Sekolah PAUD se-Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta menghadirkan narasumber berintegritas BPMP Provinsi Jambi, an. Bustian, S.Pd, M.Pd dan Wahyu Indratno, S.E. Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab langsung antara peserta dan narasumber, yang kemudian diakhiri dengan penyampaian kesimpulan hasil sosialisasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para pengelola satuan pendidikan PAUD mengenai tata cara dan manfaat penggunaan aplikasi SULINGJAR.
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim Syafaruddin dalam arahannya, menekankan pentingnya program SULINGJAR PAUD sebagai landasan pengembangan anak usia dini. "Masa usia dini adalah periode emas pertumbuhan fisik, kecerdasan, sekaligus pembentukan karakter.
Apa yang kita tanam hari ini, akan kita tuai dua puluh tahun ke depan," ujar Syafaruddin.
SULINGJAR atau Survei Lingkungan Belajar PAUD, bukanlah alat untuk menilai atau menghakimi. Tujuannya justru untuk memperbaiki. Melalui survei ini, Kepala Sekolah dapat:
1. Memetakan mutu manajemen sekolah secara objektif dan berimbang;
2. Menyusun perencanaan berbasis data, sehingga program kerja dan rencana anggaran disusun atas dasar fakta riil lapangan;
3. Mendapatkan potret nyata mengenai kondisi fasilitas dan iklim belajar yang kemudian terangkum dalam Rapor Pendidikan;
4. Melakukan refleksi praktik mengajar, sehingga kebutuhan siswa dapat dipahami dan kompetensi guru terus ditingkatkan;
5. Mendorong terwujudnya PAUD yang berkualitas, ramah anak, dan menyenangkan. Intinya, tegas Syafaruddin, data dari SULINGJAR adalah cermin bersama, menunjukkan sejauh mana langkah yang telah ditempuh, serta bagian mana yang masih perlu dibenahi secara bersama-sama.
Di akhir arahannya, Kadis Syafaruddin mengajak seluruh pendidik untuk menjadikan penerapan SULINGJAR sebagai langkah bersama: "Mari kita jadikan masa kecil anak-anak kita penuh cinta, perhatian, dan stimulasi yang tepat. Agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan." terang Kadis.
Sementara itu, Kabid PAUD Dikmas, Mawi lebih lanjut mengatakan, bahwa SULINGJAR memiliki satu tujuan utama, yaitu memastikan setiap anak usia dini tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan merangsang pertumbuhannya. "Lewat SULINGJAR, kepala sekolah dapat memetakan mutu, guru menyempurnakan cara mengajar, dan kita semua menyusun program berdasarkan data yang nyata. Anak yang hebat, lahir dari PAUD yang berkualitas," tambah Mawi yang juga didampingi Kasi Kurikulum PAUD, Elva Susanti.
Dikutip, berdasarkan pemaparan narasumber dan diskusi yang berlangsung, Elva menyimpulkan hal-hal sebagai berikut, SULINGJAR PAUD merupakan instrumen penting untuk memperoleh gambaran objektif mutu satuan pendidikan PAUD, bukan untuk penilaian bersifat hukuman atau peringkat.
Penggunaan aplikasi ini menjadi dasar penyusunan rencana perbaikan dan penganggaran yang berbasis data, sehingga setiap langkah pembangunan memiliki landasan yang jelas.
Keterlibatan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sangat menentukan keakuratan data dan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas pembelajaran, ungkap Elva Susanti.
Para peserta sosialisasi menyambut baik dan menyatakan apresiasi atas kegiatan ini. Mereka berpendapat bahwa SULINGJAR memberikan panduan yang lebih terarah dan terukur dalam mengelola satuan pendidikan, sehingga tidak lagi berjalan atas dasar perkiraan semata.
Peserta juga berharap pendampingan dan bimbingan teknis terus berlanjut agar data yang dihasilkan semakin akurat dan bermanfaat nyata bagi peningkatan mutu PAUD di Tanjabtim, ungkap mereka atas pelaksanaan sosialiasi yang dimaksud. (Jdk)