Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com —Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), hadir menguatkan demokrasi dari akar rumput kalangan pelajar, jenjang SMA-SMK dalam lingkup Pendidikan Tanjabtim.
Sosialisasi pemilih pemula yang bertema "Menuju Pemilih Cerdas, Generasi Muda Berdaya, Demokrasi Terjaga", Kesbangpol menargetkan peningkatan partisipasi dan kesadaran politik generasi muda dalam pembangunan daerah.
Kegiatan diikuti 40 pelajar tersebut, berlangsung di Aula Kesbangpol, Jalan Ki Hajar Dewantara, Komplek Perkantoran Bukit Benderang, Kamis (20/8/2026).
Acara dibuka langsung oleh Kaban Kesbangpol Zekki Zulkarnain, didampingi Kabid Politik Dalam Negeri, Abdul Azis dan serangkaian kegiatan diikuti peserta dengan penuh antusias.
Hadir sebagai narasumber Irawan Sunarta, Anggota KPU Tanjabtim dan Ambok Ali dari Disdukcapil Tanjabtim.
Berbeda dari sosialisasi biasa, kegiatan ini dikemas dengan dialog interaktif dan sesi tanya jawab. Tujuannya agar peserta lebih tanggap, kritis, dan mudah mencerna materi tentang hak, kewajiban, serta tanggung jawab sebagai pemilih pemula.
"Tujuan kami bukan hanya mengajak memilih. Kami ingin melahirkan pemilih yang rasional, kritis, dan bertanggung jawab terhadap masa depan daerah," tegas Zekki.
Kesbangpol menegaskan pemilih pemula memegang peran strategis. Generasi muda adalah penentu arah demokrasi 5 hingga 10 tahun ke depan.
Melalui edukasi sejak dini, diharapkan lahir generasi yang tidak golput, tidak mudah terprovokasi hoaks, dan berani memilih berdasarkan visi dan program, bukan karena uang.
Penyampaian materi diperkaya dialog interaktif dan sesi tanya jawab yang hidup.
Peserta diberi ruang bertanya tentang hak, kewajiban, syarat pemilih, hingga pentingnya peran aktif menjaga proses demokrasi di lingkungan maupun pembangunan daerah. Pendekatan ini membuat peserta lebih cepat tanggap dan memahami makna partisipasi nyata.
Generasi muda bukan sekadar penonton demokrasi, melainkan pelaku utama. Pemilihan pemimpin adalah cerminan cita-cita pembangunan, pilihan yang tepat berawal dari pemahaman yang benar.
Dukungan data kependudukan dan kepastian hak pilih juga disampaikan agar pemilih pemula siap terlibat tanpa keraguan. Harapannya, kesadaran ini tertanam kuat, berpartisipasi bukan kewajiban semata, melainkan wujud cinta dan tanggung jawab memajukan Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung.
"Pemilih cerdas lahir dari edukasi. Jika pemula paham tentang pemilu dan pilkada yang menjadi bagian proses demokrasi, maka masa depan Tanjabtim akan lebih baik. Ingat, satu suara kalian menentukan wajah daerah ini," ungkap Kaban. (Jdk)