3 Agustus 2026 | Dilihat: 41 Kali

Malam Terang di Gang Pelosok Desa: Jeritan Harapan Ketua APDESI Bangka Tengah Untuk PLN Babel

Malam Terang di Gang Pelosok Desa: Jeritan Harapan Ketua APDESI Bangka Tengah Untuk PLN Babel

Bangka Tengah | mapikornews.com — Di balik gemerlapnya kota, masih ada sudut-sudut gelap di pelosok desa yang menyimpan asa panjang. Gelapnya malam di gang-gang pemukiman warga se-Bangka Tengah menyisakan kerinduan mendalam akan sentuhan cahaya.

Di tengah kenyataan ini, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bangka Tengah, Yani Basaroni, menyuarakan jeritan hati rakyat pedesaan dengan penuh ketegasan sekaligus ketulusan, Senin (03/08/2026).

Sembari melayangkan apresiasi tinggi atas guliran dana Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Bangka Belitung tahun ini yang menembus angka ratusan juta rupiah—sebuah pencapaian yang ia sebut "Keren sekali"—Ronie Arabel, begitu ia akrab disapa,, membawa sebuah visi yang jauh lebih menusuk sanubari: keadilan cahaya hingga ke ujung gang terkecil.

"Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, sudah sewajarnya kita merasakan kesejahteraan di bidang kelistrikan. Silakan bersilaturahmi ke pelosok desa hingga ke gang-gang jalan, masyarakat sangat membutuhkan penerangan jalan," seru Ronie dengan nada bergetar penuh penekanan.

Bagi Ronie, pelayanan PLN yang selama ini dikenal gerak cepat menangani gangguan dan program kWh gratis bagi warga kurang mampu sudahlah luar biasa. Namun, ia mendesak agar raksasa kelistrikan ini tidak berhenti di situ. Ia memimpikan sebuah mahakarya CSR yang benar-benar berfaedah abadi Program 1.000 Titik Cahaya Lampu di Pelosok Gang Desa.

Bukan tanpa perhitungan ia bersuara. Dari total 63 desa dan kelurahan di Bangka Tengah, jika setiap desa dialokasikan 20 titik lampu penerangan jalan, maka ribuan keluarga di pelosok akan terbebas dari gulita malam.

Bahkan, demi membuktikan keseriusan rakyat, ia menjamin pihak desa siap pasang badan menggerakkan warga di tingkat RT untuk berswadaya merawat dan mengisi token listrik setiap bulannya.

Dengan mata batin seorang pemimpin akar rumput, ia mengingatkan kembali setiap tetes kontribusi masyarakat—termasuk potongan stroom hingga 10 persen dalam setiap pembelian token listrik—sudah sepatutnya dikembalikan dalam bentuk kesejahteraan nyata yang menerangi jalan-jalan rakyat kecil.

Langkah besar telah dicanangkan. APDESI Bangka Tengah tidak tinggal diam; sebuah surat resmi segera dilayangkan ke meja pimpinan PLN Babel. "Kami akan bersurat. Direalisasikan atau tidak, ya kembali ke pihak PLN Babel mau atau tidak membuat program CSR berfaedah jangka panjang ini," pungkasnya tajam, meninggalkan sebuah pertanyaan besar bagi nurani korporasi besar untuk hadir nyata di lorong-lorong sunyi pedesaan. (RF)