Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Dari dapur orangtua kini diteruskan ke tangan anak. Lebih dari dua puluh tahun berlalu, satu nama tetap menjadi magnet pencinta kuliner di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), sate, tongseng, gulai kambing muda Agus Widodo.
Terletak di lokasi sangat strategis, tepat di pusat Kecamatan Geragai, Kelurahan Pandan Jaya-sebelah kanan Polsek Geragai dan berhadapan langsung dengan Pasar Blok D, warung ini telah menjadi tujuan wajib makan siang warga maupun dari luar daerah. “Ini usaha warisan orangtua. Sekarang saya yang melanjutkan.
Alhamdulillah, sudah lebih dari 20 tahun kami menjaga keaslian rasa,” ungkap pemilik, Agus Widodo, saat disambangi, pada Rabu, (29/07/2026).
Ciri khas yang membedakan tempat ini ada pada racikan bumbukental, meresap sempurna dan memiliki keunikan yang sulit ditiru. Masyarakat pun lebih akrab menyebutnya dengan nama “Tongseng Blok D”.
Bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di pusat pemerintahan Tanjabtim, kalimat “Ayo makan Tongseng ke Blok D Geragai” sudah menjadi kode yang tak perlu dijelaskan lagi, semua tahu ke mana tujuannya.
Kualitas bahan baku dijaga ketat, hanya menggunakan kambing muda pilihan, daging empuk tanpa bau prengus, berpadu bumbu yang berani. Tiga menu andalan yang paling diminati:
1. Sate Kambing Muda, dibakar dengan tingkat kematangan pas, disiram bumbu yang gurih dan kental dan cabai irisan kecil.
2. Tongseng Kambing Muda, Kuah santan pekat berempah, lengkap dengan potongan kol segar serta irisan cabai rawit.
3. Gulai Kambing Muda, Rempah kuat menyatu dengan kuah kental, sangat nikmat disajikan dengan nasi hangat.
“Banyak pelanggan bilang sekali makan pasti ingin kembali lagi,” ujar Agus sambil tersenyum. Pelanggannya beragam, mulai pejabat daerah, ASN, pedagang pasar, hingga karyawan PetroChina.
Hampir setiap jam makan siang tempat ini selalu penuh, bahkan seringkali pada pukul 15.00 WIB menu sudah habis terjual. Selain makan di tempat, warung ini juga melayani pesanan untuk acara keluarga maupun kegiatan dinas.
Didampingi istri tercinta Sundari, Agus senantiasa menjaga harga tetap terjangkau dan wajar. “Resep ini diwariskan turun-temurun. Rasanya yang khas ini yang membuat orang selalu rindu dan kembali lagi,” tambah Sundari dengan ramah. (Jdk)