8 Oktober 2026 | Dilihat: 63 Kali

PAD Bocor, Pemda Tanjabtim Diharapkan Dorong 69 Perusahaan Rujuk Kesehatan Ke RS Lokal

PAD Bocor, Pemda Tanjabtim Diharapkan Dorong 69 Perusahaan Rujuk Kesehatan Ke RS Lokal

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dana transfer pusat ke daerah, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memutar otak meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor, termasuk sektor pelayanan kesehatan.

Melalui sektor kesehatan dalam peningkatan PAD yang dimaksud, skema yang didorong Pemda yaitu mewajibkan perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjabtim untuk merujuk karyawannya ke Rumah Sakit lokal, bukan ke luar Tanjabtim.

Langkah ini dinilai sangat strategis untuk mendongkrak PAD dan kemandirian fiskal daerah.

Data 2025 Disnakertrans Tanjabtim mencatat, ada 69 perusahaan yang bergerak di bidang Sumber Daya Alam hingga gas bumi di Tanjabtim, yang selama ini, rujukan kesehatan karyawan perusahaan tersebut lebih banyak ke beberapa Rumah Sakit di Kota Jambi.

"Ini potensi PAD yang hilang. Ada 69 perusahaan dengan ribuan karyawan. Kalau sakit dirujuk ke Jambi, perputaran uang kesehatannya lari ke Jambi. Sementara RSUD Nurdin Hamzah  Tanjabtim telah berbenah semaksimal mungkin dengan melakukan peningkatan fasilitas kesehatan yang berkelanjutan.

Diharapkan, Pemkab Tanjabtim akan menerapkan mekanisme kontribusi yang terstruktur dan sistematis dengan melakukan legalitas,

1. Perjanjian Kerja Sama (PKS) Wajib: Setiap perusahaan wajib melakukan MoU/PKS dengan RSUD di Tanjabtim untuk pelayanan rujukan karyawan, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun jaminan perusahaan.

2. Rujukan Berjenjang Lokal: Menerapkan sistem rujukan berjenjang. Faskes klinik perusahaan  Puskesmas wilayah kerja RSUD Tanjabtim. Rujukan ke luar daerah (Kota Jambi) hanya untuk kasus spesialistik yang memang tidak tersedia di Tanjabtim.

"Logikanya sederhana. Perusahaan mengambil sumber daya alam di Tanjabtim, karyawannya bekerja di Tanjabtim, maka kontribusi kesehatannya harus untuk Tanjabtim. Ini bukan pemaksaan, ini keadilan fiskal. Di tengah efisiensi pusat, PAD kesehatan adalah merupakan solusi bijak." 

Dengan skema tersebut, diperkirakan perputaran dana pelayanan kesehatan dari ribuan karyawan perusahaan bisa mencapai miliaran per tahun, yang akan menjadi PAD dan memperkuat pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin Tanjabtim. 

Berikut skema klaim BPJS Ketenagakerjaan dan Jaminan Perusahaan yang berputar di RSUD lokal, perputaran uang kesehatan diperkirakan mencapai miliaran per tahun akan menjadi PAD dan kembali untuk subsidi kesehatan gratis warga miskin Tanjabtim.

"Ini win-win solution. Karyawan dapat pelayanan cepat yang relevan menyelamatkan nyawa, RSUD kita hidup, PAD naik Perusahaan mengambil SDA di sini, maka jantung kesehatannya harus berdetak di sini juga," dihimpun dari berbagai sumber, Selasa, 06/10/26. (Jdk)