PANGLIMA ASTRADA JOHAN MUROD, TAMBANG TIMAH RAKYAT MERUPAKAN BAGIAN EKONOMI KERAKYATAN
Manggar-Beltim | mapikornews.com - Gonjang ganjing dunia pertambangan di Bangka Belitung,tak lepas diduga dari merebaknya isyu gesekan antara pentingnya lingkungan hidup dengan pentingnya pertambangan rakyat.
Dihubungi melalui komunikasi telpon seluler dan pesan whatsApp,Jum’at 14 januari 2022,Panglima Astrada Asosiasi Tambang Rakyat Daerah,Johan Murod Babelonia, S.IP.,MM mengulas tentang arti pentingnya tambang rakyat bagi perputaran ekonomi di Bangka Belitung.
Menurut Johan Murod,pelaku penambang rakyat ini sangat banyak jumlahnya,terbilang masif,dikarenakan bahwa dari dulu,dari jaman Belanda masih bercokol di Babel memang merupakan basis pertambangan bijih timah, eksplorasi dan eksploitasi telah diakukan semenjak dulu untuk menambang bijih timah.
Dulu dikarenakan demokrasi kita terpasung dengan orde baru yang terbilang otoriter, sehingga otokrasi pusat begitu kuat,hal hal vital seperti pertambangan ini memang dikuasai dan dikendalikan pusat, hanya perusahaan besar saja yang bisa mengelola pertambangan, rakyat dulunya takut untuk menambang timah.
Namun selepas beberapa waktu setelah reformasi dan kita pun bisa membentuk provinsi sendiri,rakyat Babel mulai sedikit demi sedikit memberanikan diri untuk menambang bijih timah dan perekonomian rakyat mulai naik dan berkembang.
Berpuluh tahun rakyat mulai menambang bijih timah,gesekan antara lingkungan hidup dengan pertambangan rakyat pun rutin berulang,keduanya sama penting dan harus disikapi bersama dengan bijak.
“Melalui Astrada,kami mencoba mengakomodir masyarakat penambang,agar bersatu dalam sebuah wadah,agar tidak bergerak sendiri sendiri dan bisa menyuarakan kepentingan bersama dalam hal menambang bijih timah,namun memang tidak bisa dipungkiri, masih banyak yang tidak mau bergabung di Astrada, sehingga susah mewakili semuanya,padahal ketika terjadi masalah kita semua kena imbasnya” ujar Johan Murod Panglima Astrada.
Tak Cuma itu, Lelaki yang juga dikenal sebagai Datuk Panglima Negeri Serumpun Sebalai inipun, menghimbau kepada seluruh masyarakat penambang, agar masuk ke wadah asosiasi,tak Cuma Astrada saja,ada organisasi lainnya yang juga konsen dibidang Pertambangan rakyat, agar bisa diarahkan dan paling tidak kedepannya bisa mengurangi gesekan, dengan kelompok masyarakat non penambang lainnya.
Masih menurut Johan Murod,yang berbicara dalam kapasitasnya sebagai pengurus Astrada,bahwa pemerintah telah mencoba mengakomodir kepentingan masyarakat penambang, dengan melalui PT. Timah Tbk.
Menurut Johan Murod pula,PT TIMAH Tbk yang memiliki 500.000 ha IUP telah menerbitkan SPK Kemitraan yg saat ini AMDALnya Baru diterbitkan utk 360 PIP, Sedangkan 2.000 Unit PIP sudah mendapat Rekomendasi Teknis Kementerian ESDM Namun KLHK belum terbitkan Izi AMDAL utk 2.000 PIP.Jika sdh terbit izin AMDAL maka PT TIMAH Tbk dapat menerbitkan SPK 3.360 PIP Kepada Petambang Rakyat.
Sementara itu, awak media mapikornews.com mencoba mengkonfirmasi kepada Humas PT. Timah Tbk.Anggi,melalui pesan whatsappnya,namun hingga berita ini dinaikkan,tidak ada tanggapannya.
Dibeberapa waktu yang lalu,Johan Murod mengaku bahwa spengetahuannya,Bapak Presiden RI Joko widodo,telah memberikan ruang kepada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seluas 80.000 Ha untuk dipergunakan sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat atau WPR.
Johan Murod pun berharap,Bupati/Wako bisa melakukan KISS atau Kordinasi Intergrasi Sinkronisasi dan Simplikasi terhadap 80.000 Ha tsb, masing2 Kabupaten dan Kota berapa puluh ribu ha dan ttk kordinatnya agar dipetakan secara on-line masukkan dlm MODI atau Minerba One Data Indonesia di Ditjen Minerba Kementerian ESDM. 80.000 ha ini dan Johan Murod berpendapat sebaiknya yang kelola BUMD dan BUMDES.
“Tambang Rakyat itu sangat penting bagi roda ekonomi Rakyat Babel,bijih timah yang dihasilkan oleh Tambang Rakyat itu secara persentasi terbilang banyak,diperkirakan juga menjadi penopang hasil eksport kita ke luar negeri,tak hanya itu jika penambang rakyat dengan uang hasil dari menambangnya itu dipakaikan berbelanja untuk kebutuhan hidup di pasar,maka segala sektor ekonomi pun menjadi lancar,ada milyaran setiap harinya uang yang bergulir di daerah kita” demikian pungkas Johan Murod Babelonia,salah satu Tokoh yang ikut berjuang dalam terbentuknya Provinsi kepulauan Bangka Belitung.(Irwansyah)