Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com —Meningkatnya polusi udara akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Karhutla di beberapa titik wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), memunculkan harapan baru dari masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tanjabtim, segera membagikan masker gratis sebagai langkah perlindungan langsung.
Berdasarkan data AQMS DLH Tanjabtim, kualitas udara sempat masuk kategori "Tidak Sehat" pada Selasa 25 Agustus 2026 dengan ISPU 101,8. Meski saat ini turun ke level "Sedang", dampak asap masih dirasakan. Keluhan ISPA, batuk, mata perih dan sesak napas mulai banyak dialami warga, terutama anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Tanjabtim sebelumnya, telah mengimbau masyarakat untuk wajib menggunakan masker saat keluar rumah, mengurangi aktivitas di luar dan menghentikan pembakaran lahan.
"Imbauan sudah tersampaikan. Tapi di tengah kondisi ekonomi warga, tidak semua mampu membeli masker secara rutin. Kami berharap Pemkab hadir dengan membagikan masker gratis, terutama di titik-titik rawan asap dan sekolah," ujar salah seorang warga Muara Sabak Barat, Jumat 28/08/2026.
Langkah pembagian masker gratis dinilai penting untuk memutus rantai dampak kesehatan akibat polusi. Selain edukasi, bantuan nyata berupa masker N95 atau masker bedah sangat dibutuhkan agar himbauan tidak hanya jadi seruan, tapi juga bisa dilaksanakan.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Tanjabtim belum mengumumkan rencana pembagian masker. Masyarakat berharap langkah cepat bisa segera diambil agar warga terlindungi dari dampak lanjutan Karhutla. (Jdk)