Beltim-Babel |
mapikornews.com - Dalam menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial,terkadang tak jarang penggiatnya sering mengalami hujatan ataupun cemoohan dari pihak yang merasa terganggu kepentingannya,ataupun seringkali pula,masyarakat awam yang kurang paham apa arti dan fungsi lembaga kontrol sosial,menganggap negatif terhadap penggiat kontrol sosial tersebut.
Namun bagi LSM Fakta,ormas Pemuda Pancasila MPC Beltim dan ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC Beltim,bukan menjadi kendala atau halangan dalam melakukan giat kontrol sosialnya,justru sebaliknya,ketiga lembaga tersebut menganggap stigma buruk yang kerap dilengketkan kepada lembaga atau penggiat kontrol sosial tersebut, merupakan suatu tantangan,untuk membuat masyarakat awam mengerti akan pentingnya keseimbangan dalam bernegara,agar bisa mengurangi tindak penyalahgunaan kekuasaan,wewenang, manipulasi dan kecurangan daripada penyelenggara negara terhadap negara itu sendiri.
Hal tersebut dibuktikan dengan betapa seringkali LSM Fakta besutan Ade Kelana,ormas Pemuda Pancasila MPC Beltim yang diketuai Iwan Gabus dan ormas LAKI DPC Beltim dengan ketuanya Suryadi Wahid, turun ke lapangan,guna melakukan giat pengawasan demi melaksanakan tupoksinya sebagai kontrol sosial di tempat mana ia berada,walaupun dengan kemampuan swadaya dan swadananya,tak mengurangi semangat ketiga lembaga kontrol sosial tersebut.
Salah satu giatnya, baru baru ini adalah dengan melakukan pengawasan intensif terhadap salah satu proyek pembangunan infrastruktur jalan di area desa Batu Penyu Kecamatan Gantung kabupaten Belitung Timur,dengan pelaksananya CV. Peduli Bangsa.
Diketahui proyek tersebut adalah proyek Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Kabupaten Ruas Batu Penyu – Gusong Cina di Kecamatan Gantung, dengan nomor kontrak 03/KPJP/BM/DISPUTR/VI/2022, berasal dari sumber dana DAK Penugasan 2022, dengan nilai Rp. 5.585.970.000,- dan pengguna anggarannya adalah dinas PUPR Pemkab Belitung Timur.
Melalui pantauan terkahir yang Tim lakukan pada Senin (29/8-2022), bahwasanya kondisi pekerjaan di lapangan,saat ini telah selesai dikerjakan penimbunan dan pemadatan dasar badan jalan berupa tanah yang mengandung kaolin dan menurut info yang didapatkan tim,pelaksana pekerjaan akan melakukan proses kerja selanjutnya yaitu pelapisan agregat.
Sebelumnya tim yang tergabung dari tiga lembaga kontrol sosial dan awak media,pada Rabu (10/8/2022),pernah melakukan investigasi langsung ke lokasi kerja proyek tersebut dan juga mendatangi serta mendokumentasikan tempat pengambilan tanah timbunnya, disekitar area kerja proyek jalan tersebut.
Adapun kedatangan tim pertama kali ke lokasi pengerjaan proyek tersebut, dikarenakan tim menerima kabar dari oknum masyarakat tentang kegiatan pengerukan dan pengangkutan tanah timbunan untuk pekerjaan proyek jalan, oknum masyarakat tersebut menduga lokasi pengerukan tanah timbunan tersebut masuk kedalam kawasan hutan produksi.
Tim saat itu,sempat mendapati satu unit exapator yang sedang bekerja di lokasi yang berjarak lebih kurang 200 meter dari lokasi proyek,sedang menggali dan memuat tanah ke dumptruck yang mengangkut tanah tersebut ke lokasi proyek.
Tim sempat bertanya kepada salah satu pekerja yang sedang mengawasi pengangkutan tanah timbunan,apakah mengetahui lokasi pengerukan tanah timbunan tersebut, masuk kedalam area Hutan Produksi,namun pekerja yang tak mau disebutkan namanya tersebut, mengaku hanya bekerja mengawasi pengangkutan tanah timbunan dan tak mengetahui apa apa tentang proyek tersebut.
Untuk mengetahui kejelasan apakah benar lokasi pengerukan tanah timbunan tersebut masuk kedalam kawasan hutan produksi,maka Tim pun mencari tahu ke bagian KPHP Gunung Duren Unit XIII,yang akhirnya pada selasa (30/8/2022),mendapatkan fotocopy surat pemberitahuan dari KPHP Gunung Duren kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Beltim.
Dalam fotocopy surat KPHP Gunung Duren tertanggal 29 Agustus 2022, bernomor 522/058/KPHP-GD/2022,ditanda tangani oleh Kepala UPTD KPHP Gunung Duren Unit XIII, Yono Cahyono,SE memuat isi yang menjelaskan bahwa ruas jalan yang dijadikan proyek tersebut sepanjang lebih kurang 2.557 meter,ternyata masuk ke dalam kawasan Hutan Produksi Senusur Sembulu.
ruas jalan yang masuk dalam areal Kawasan Hutan Produksi tersebut dibagi atas 1.381 meter masuk ke dalam areal Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), atas nama PT.Fortuna Tunas Mulia (PT.FTM) dan sisanya sepanjang lebih kurang 1.176 meter berada dalam areal Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), PT. Andalan Karya Pertiwi (PT.AKP).
Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa areal lokasi pengerukan tanah timbunan yang dimaksud,adalah benar juga didalam kawasan Hutan Produksi Senusur Sembulu di areal PBPH PT. AKP.
Tak Cuma itu,dalam isi surat KPHP Gunung Duren tersebut,juga menerangkan bahwa Kegiatan yang dilakukan dikawasan Hutan Produksi Senusur Sembulu tersebut, yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana pekerjaan dibawah tanggungjawab PUPR Kabupaten Beltim adalah Non Prosedural.
KPHP Gunung Duren pun melalui Kepala KPHP nya menendaskan kepada PUPR Kabupaten Beltim,dalam waktu 10 hari kerja paling lamanya,dari sejak tanggal 29 Agustus 2022, tanggal dikeluarkannya surat tersebut,untuk memeberikan kesempatan,agar PUPR Kabupaten Beltim,menyampaikan tanggapan maupun keterangannya kepada KPHP Gunung Duren dan juga apabila mengabaikannya,maka KPHP Gunung Duren akan memberikan surat surat peringatan dengan ditembuskan kepada instansi penegak hukum dan instansi terkait lainnya.
Atas semua hal tersebut,tim mencoba menghubungi Sdr. Wahyu perwakilan CV. Peduli Bangsa melalui WhatsApp-nya untuk menanyakan tanggapan atau sikapnya terkait surat KPHP Gunung Duren yang ditujukan kepada PUPR Kabupaten Beltim.
“Langsung aja ditanyakan ke PUPR aja” jawab pesan WhatsApp Wahyu,namun sayangnya tak berapa lama,ketika WahatsApp dibuka kembali,pesan tersebut telah dihapus Wahyu.
Hal yang sama pun coba tim tanyakan juga melalui WhatsApp, kepada Idwan Fikri Kadis PUPR Kabupaten Beltim,namun hanya dijawab dengan emoji Jempol berwarna kuning,entah apa maksudnya,apakah itu menandakan Kadis PUPR Kabupaten Beltim puas atas pertanyaan konfirmasinya,atau bagaimana,namun terasa aneh saja,setelah sehari sebelumnya,dalam pertemuan dilapangan lokasi proyek,Idwan Fikri sempat menyatakan,jika ada masalah yang ingin ditanyakan ia siap menjawab dan menjelaskannya.(Tim)