Pulau Buru-Maluku | mapikornews.com — Pabrik batako dari limbah tambang ilegal secara tersembunyi membangun alat pengolahan pemurnia emas di kawasan ketel Kayu putih milik angota DPRD Buru, yang berlokasi di area Benalua Desa Siahoni Kecamata Namlea Kabupaten Buru.
Lokasi pengolahan dan pemurnian emas illegal yang dibangun WNA Cina di kawasan Ketel Kayu putih milik salah satu anggota DPRD Buru di area Benalua, Desa Siahoni, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru Lokasi pengolahan dan pemurnian emas illegal yang dibangun WNA Cina
Warga Negara Asing (WNA) asal Cina kembali terungkap dalam proses penambangan emas ilegal di Kabupaten Buru.
Kali ini ada WNA Cina yang berkedok akan membuat pabrik batako dari limbah tambang, secara diam-diam malah membangun alat pengolahan/pemurnian emas di kawasan Ketel Kayu Putih Benalua, Desa Siahoni, Kecamatan Namlea.
Informasi yang dihimpun media mapikornews.com, menyebutkan, gelagat WNA Cina ini tercium setelah warga Desa Siahoni yang melintasi kawasan Ketel Benalua menyaksikan sejumlah WNA Cina selalu mondar mandir dan mengerjakan sesuatu di sana.
"Usut punya usut ternyata diam-diam mereka sedang mengerjakan peralatan pengolahan emas, " jelas seorang warga Desa Siahoni.
salah satu oknum masyarakat saat di temui media ini, Selasa (25/8/2026) menguatkan kalau di lokasi tersebut ada aktifitas yang sangat mencurigakan
Okum masyarakat menjelaskan lokasi pengolahan dan pemurnian emas ilegalmengaku pernah ada yang datang menemuinya dan menawarkan akan membeli ampas limbah tong miliknya di salah satu tempat di Benalua.
Alasan ampas sisa limbah tambang itu akan diolah menjadi batako. Namun dari janji yang disepakti limbah tambang miliknya tidak jadi diambil.
Kecurigaan warga menguat setelah ada puluhan dumtruk ratusan kali bolak - balik dari kawasan areal tambang Gunung Botak yang menumpahkan material tambang yang dicurigai ada mengandung emas yang hendak diolah di sana.
"Kalau mau bikin batako dari limbah tambang, sudah pasti punya beta (saya) dong su ambil. Atau diam-diam dong suuh uji di beta (saya) punya dan tidak ditemukan kandungan emas yang banyak, sehingga seng (tidak) jadi ambil, " curigai oknum masyarakat desa siahoni.
Wartawan media ini, Selasa siang 25 Agustus 2026 menyambangi lokasi yang mencurigakan itu dan ditemukan ada material diduga mengandung emas yang ditumpuk menggunung di lokasi tersebut. (NB)