27 Oktober 2026 | Dilihat: 80 Kali

MENELUSURI REKAM JEJAK PT BEST GREEN DI BALIK MANGKRAKNYA PASAR SENEN BLOK VI

MENELUSURI REKAM JEJAK PT BEST GREEN DI BALIK MANGKRAKNYA PASAR SENEN BLOK VI

Jakarta | mapikornes.com — Fakta baru terungkap di balik mangkraknya proyek revitalisasi Pasar Senen Blok VI. Berdasarkan data rekam jejak korporasi dan informasi proyek resmi, pengembang yang dipercaya menggarap proyek tersebut, PT Best Green, ternyata tidak memiliki riwayat kemitraan dengan BUMN konstruksi besar.

Hasil penelusuran menunjukkan, PT Best Green tidak pernah tercatat bermitra dengan BUMN besar seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk, ataupun mengerjakan proyek infrastruktur publik skala besar lain di wilayah Jakarta sebelum mendapatkan proyek Pasar Senen Blok VI.

Berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun:

1. Proyek Perdana di Jakarta

Proyek rekonstruksi Pasar Senen Blok VI adalah proyek kemitraan strategis perdana berskala besar yang diperoleh PT Best Green di DKI Jakarta. Proyek ini dilakukan melalui sinergi bersama Perumda Pasar Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebelumnya, nama perusahaan ini tidak pernah muncul dalam daftar pengembang proyek-proyek strategis Pemprov DKI.

2. Bukan Bagian dari Grup BUMN

Secara kategori, PT Best Green bergerak sebagai pengembang nasional swasta (private developer) berskala menengah yang berfokus pada properti komersial dan investasi strategis. Mereka bukan bagian dari grup BUMN maupun anak usaha BUMN konstruksi. Penunjukan mereka dalam proyek Senen Blok VI ini murni merupakan kemitraan BUMD (Perumda Pasar Jaya) dengan pihak swasta nasional, bukan skema kolaborasi antar-BUMN.

3. Portofolio Sebelumnya Properti Privat

Sebelum dipercaya menggarap Pasar Senen Blok VI dengan konsep Transit-Oriented Development (TOD), portofolio mereka didominasi oleh investasi properti privat serta pengembangan pasar/kawasan niaga modern komersial secara mandiri sejak berdiri pada tahun 2012. Belum ada rekam jejak pengerjaan pasar tradisional milik pemerintah daerah dengan skala dan kompleksitas sosial seperti Pasar Senen Blok VI.

Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar: atas dasar pertimbangan kelayakan teknis dan finansial apa, perusahaan private developer menengah tanpa rekam jejak proyek publik skala besar di Jakarta itu dipercaya mengelola proyek strategis yang menyangkut hajat hidup ribuan pedagang?

Sementara itu, hingga kini nasib pedagang yang telah menyetor kbooking fee masih terkatung-katung di lokasi penampungan sementara, sementara bangunan Pasar Senen Blok VI sendiri masih mangkrak tanpa kejelasan kapan akan dilanjutkan. (Red)