Menteri BUMN Erick Thohir Gagal Menerapkan Nilai Dasar AKHLAK Pada BUMN Bank Mandiri
Menteri BUMN Erick Thohir Gagal Menerapkan Nilai Dasar AKHLAK Pada BUMN Bank Mandiri
Penerapan nilai dasar yang wajib dipegang atau dimiliki bagi setiap badan usaha milik negara oleh Menteri BUMN Erck Thohir dinamai AHHLAK, akronim dari AKHLAK yang dimaksud Erick Thohir ialah Amanah, Kompoten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif, apakah hal ini sudah sepenuhnya diterapkan pada Badan Usaha Milik Negara BUMN ?????
Jakarta | www.mapikornews.com
Kata AHLAK biasanya identik dengan hal hal yang dianggap baik, mulia dan jujur, seseorang jika dianggap baik, mulia dan jujur selalu diagambarkan bahwa orang tersebut berakhlak baik, akan tetapi kata AKHLAK juga biasanya dipakai untuk menggambarkan orang yang tidak baik sehingga biasa disebut orang yang tidak berakhlak. Dugaan perbuatan merekayasa laporan keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Entitas Anakanya yang mengakibatkan negara dirugikan hingga mencapai Rp.39.767.040.000.000.”(Tiga puluh Sembi lan Triliun tujuh ratus enam puluh tujuh miliar empat puluh juta rup iah) adalah perbuatan dari oknum oknum yang tidak ber-akhlak, perbuatan yang bertujuan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu dengan menutupi kebocoran yang terjadi atau Indikasi Korupsi sehingga kecurangan tersebut secara kasap mata tidak terdeteksi.
Akronim dari AKHLAK, yang diterapkan Erick Thohir, pada setiap BUMN yaitu Amanah, Kompoten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Loyal adalah sesuatu yang sangat baik, akan tetapi penerapan nilai dasar tersebut justeru tidak diterapkan oleh oknum oknum yang tidak berakhlak seperti melakukan rekayasa laporan keuangan telah menunjukan perbuatan yang tidak Amanah. Oknum yang tidak Amanah jelas menunjukan bahwa oknum tersebut tidak mampu memikul tanggung jawab yang diberikan kepadanya sehingga oknum tersebut patut dianggap tidak Kompoten, akibat tidak memiliki kompoten hal ini akan berimbas pada hilangnya keharmonisan antar sesama, biasanya oknum seperti ini lebih mengutamakan ego pribadi dan kelompoknya saja sehingga tidak bisa menciptakan Susana yang Harmonis.
Bagi oknum yang tidak Amanah, Kompoten, dan Harmonis, biasanya akan menunjukan Loyal atau loyalitasnya hanya kepada atasannya dan tipe orang seperti ini pintar bermuka dua kepada atasannya bagi oknum ini yang penting keinginannya terakomodir. sehingga Inovasi yang dilakukan hanya untuk “Asal Bapak Senang” artinya sikap Adaptif yang dikerjakan memiliki tujuan tertentu untuk kepentingan pribadi, Kolaboratis bisa juga diartikan sikap untuk menghimpun suatu kerja sama antara sesama rekan sejawat dan Kolaboratif yang diciptakan orang yang tidak ber-akhlak sangat berbahaya bagi negara dan bangsa. Temuan dugaan rekayasa penyimpangan laporan keuangan pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Entitas Anaknya Tahun 2018-2019, menunjukan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir gagal dalam menerapkan AKHLAK pada BUMN Bank Mandiri.