6 Oktober 2026 | Dilihat: 71 Kali

TERBONGKAR! 5 DOSA TERBARU PAM JAYA ERA ARIEF NASRUDIN YANG BELUM PERNAH DIBONGKAR

TERBONGKAR! 5 DOSA TERBARU PAM JAYA ERA ARIEF NASRUDIN YANG BELUM PERNAH DIBONGKAR

Jakarta | mapikornews.com — Setelah 11 dosa PAM Jaya era Arief Nasrudin dibongkar Mapikor, publik mengira sudah selesai. Ternyata belum. Tim investigasi menemukan 5 dosa baru yang lebih brutal, yang selama ini ditutupi laporan cantik.

DOSA-12: AIR WARGA DIJUAL KE DATA CENTER ASING Rp 2,3 TRILIUN

Di saat 44.872 warga Kapuk Muara, Pluit, Cengkareng dipaksa minum air bau got TDS 10.000 ppm, Dirut PAM Arief Nasrudin malah sibuk di Forum PBB New York September 2026 menawarkan bisnis baru: water cooling untuk data center.

Nilai proyek Rp 2,3 Triliun. Air baku bersih milik warga Jakarta dijual untuk mendinginkan server raksasa milik investor asing. Warga disuruh hemat, server asing dimanjakan air melimpah.

Center for Budget Analysis (CBA) mengecam keras. _“Mandat PAM itu melayani warga, bukan mendinginkan data center. Ini pengkhianatan,”_ kata Jajang Nurjaman.

DOSA-13: MARK-UP CHEMICAL 300% - WARGA WUDHU MATA PERIH BAU KAPORIT

Data LKPP 2024 membongkar pengadaan chemical koagulan dan gas chlorine PAM Jaya harganya digelembungkan 300%.

Harga pasar chlorine Rp 18 ribu/kg, PAM beli Rp 58 ribu/kg dari PT T. Koagulan Rp 7 ribu/kg dibeli Rp 22 ribu/kg.

Dampaknya bukan hanya kerugian negara, tapi kualitas air. Warga Pondok Bambu, Cengkareng, Kapuk protes air bau kaporit menyengat, mata perih saat wudhu, kulit gatal.

“Airnya seperti air kolam renang, bau obat keras,” keluh warga. Dugaan kickback dari mark-up chemical mengalir ke oknum pengadaan.

DOSA-14: SMART METER MANDUL Rp 187 M - AIR MATI TAPI METER MUTER, TAGIHAN NAIK 10 KALI LIPAT

PAM bangga-banggakan proyek smart water meter senilai Rp 187 Miliar dengan vendor China. Klaimnya tagihan akurat dan real-time.

Fakta lapangan: meter ngaco. Air mati berbulan-bulan, tapi meter tetap muter. Warga Jakarta Garden City ID 60286569 tagihan normal Rp 120 ribu tiba-tiba jadi Rp 1,2 juta.

Saat komplain, petugas bukan cek meter, tapi datang bawa surat dari debt collector PT Mitracomm Indonesia yang dikontrak PAM lewat PKS 004/PAM/K/I/2023. Warga dipaksa bayar, kalau tidak didenda dan diancam putus.

“Airnya tidak ada, tagihannya ada,” kata warga.

DOSA-15: CSR Rp 45 M UNTUK SUMUR BOR FIKTIF DI KEPULAUAN SERIBU

Laporan tahunan PAM 2025 dengan bangga klaim CSR Rp 45 Miliar untuk 120 sumur bor di Kepulauan Seribu.

Tim Mapikor cek langsung ke Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Harapan. Hanya 18 sumur yang keluar air, sisanya mangkrak. Pipa tidak tersambung, pompa hilang, bak penampungan retak.

Kepala Desa Pulau Pramuka: “Itu sumur pajangan, hanya untuk foto laporan ke gubernur.”

Sementara warga kepulauan tetap beli air galon Rp 25 ribu per galon. CSR jadi alat pencitraan, bukan solusi.

DOSA-16: BAYAR KONSULTAN ASING Rp 12 M/BULAN, KARYAWAN SENIOR DISINGKIRKAN

Saat jaringan pipa bocor 20 tahun tak diganti dan NRW 48% dibiarkan, manajemen PAM malah kontrak konsultan manajemen asing dari Singapura senilai Rp 12 Miliar per bulan untuk program “transformasi dan digitalisasi”.

Karyawan senior yang paham jaringan dipinggirkan, diganti tim buzzer medsos dan tim branding. Anggaran konsultan setahun Rp 144 Miliar, cukup untuk ganti 30 KM pipa bocor.

LBH Jakarta: “PAM tidak butuh konsultan asing. PAM butuh pipa baru. Ini pemborosan yang disengaja.”

Dari air warga dijual ke data center, chemical di-mark-up, meter ngaco, CSR fiktif, hingga konsultan asing mahal - 5 dosa terbaru ini melengkapi kebusukan 11 dosa sebelumnya.

Publik kini menunggu: kapan Kejagung dan KPK masuk audit investigatif PAM Jaya era Arief Nasrudin?

Tim Investigasi mapikornews.com