Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Bursa Calon Ketua BAZNAS Kabupaten Tanjung Jabung Timur periode 2026–2031 semakin menghangat. Setelah Drs. H. Syarifuddin menyatakan kembali maju, kini muncul kandidat dengan rekam jejak integritas panjang: H. Ratijo, S.Pd. mantan Kepala Bidang Pendidikan Non-Formal Dinas Pendidikan Tanjabtim. Ratijo resmi menyerahkan berkas pendaftaran pada Senin (14/09/26), kepada Panitia Seleksi Bagian Kesra Setda Tanjabtim.
Kariernya yang tumbuh organik dari guru SMAN 1 Muara Sabak, Kepala Sekolah, hingga Kabid PNF, menjadi fondasi kepercayaan publik atas tata kelola yang tertib, transparan, dan berintegritas.
Ratijo maju dengan satu visi yaitu siap mewujudkan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel untuk menyejahterakan umat.
Dan visi yang dimaksud dijabarkan dalam empat misi utama: 1. Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat2. Mengoptimalkan pengumpulan zakat3. Menjalankan pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel4.
Memperkuat pemberdayaan ekonomi produktif berbasis potensi lokal “Pemberdayaan tidak boleh sekadar konsumtif.
Kita harus mengubah bahan baku menjadi produk bernilai tambah, sehingga mustahik bertransformasi menjadi muzakki,” tegasnya.
Terobosan kunci yang ditawarkan Ratijo adalah transformasi digital dan pendekatan lintas sektor. Ia menekankan perlunya BAZNAS hadir di ruang korporasi dan kalangan milenial, terangnya.
Menurut nya zakat Perusahaan bukan CSR, melainkan kewajiban syariah atas laba yang telah haul dan nishab. “Perusahaan yang berzakat bukan kehilangan laba, tapi membersihkan harta dan menjaga keberlangsungan usaha,” ujarnya.
Zakat Profesi & Milenial: Hadir melalui QRIS, aplikasi, dan transparansi real-time. “Milenial bukan anti zakat, mereka hanya anti ribet dan tidak transparan. Jika BAZNAS modern, merekalah duta zakat paling militan,” ungkap Ratijo.
Berikut digitalisasi penuh harus dilakukan dari sistem pelaporan terbuka, laporan dapat diakses publik, sehingga kepercayaan terus tumbuh.
Langkah ini selaras dengan visi Ibu Bupati-Wakil Bupati Tanjabtim MERATA, memperkuat ekonomi kerakyatan, mempercepat penurunan angka kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan.
“Zakat bukan sekadar bantuan konsumtif. Ia adalah instrumen keadilan ekonomi, pembersih harta, dan penyubur kesejahteraan bersama. Tujuan tertinggi kita adalah mengubah penerima zakat menjadi pemberi zakat,” pungkas Ratijo penuh keyakinan.
Dengan rekam jejak integritas, visi yang tajam, dan terobosan yang relevan dengan zaman, kehadiran H. Ratijo semakin memperkaya pandangan publik untuk memimpin BAZNAS Tanjabtim menjadi lembaga yang modern, dipercaya dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat. (Jdk)