Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Terkini, Komposisi pengurus inti Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), resmi berganti wajah. Susunan kepemimpinan periode 2024–2029 telah ditetapkan melalui Surat Keputusan DPP Partai, sebagaimana disebutkan Jamil Akbar, SE, pada Sabtu, (25/07/2026).
Kepemimpinan kini dipegang oleh formasi yang disebut "Tiga Serangkai": H. Asnawi Abdul Rachman sebagai Ketua DPD, Jamil Akbar, SE sebagai Sekretaris, dan H. Syamsu Alam sebagai Bendahara. Pergantian ini mengakhiri kepemimpinan Zumi Laza Zulkifli pada periode sebelumnya.
Catatan penulis yang dihimpun dari berbagai sumber:
Perubahan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan penataan ulang arah kebijakan strategis internal partai yang selaras dengan arahan Dewan Pimpinan Pusat maupun Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jambi.
Langkah ini pun beriringan dengan posisi PAN yang kini menjadi kekuatan politik terbesar di parlemen daerah, dengan menguasai 50% kursi parlemen, dari 30 kuota kursi DPRD Tanjabtim.
Formasi terpilih dinilai merupakan perpaduan kekuatan yang saling menguatkan: - H. Asnawi Abdul Rachman, Bukan nama baru di kancah perpolitikan daerah. Sebelumnya ia aktif di jajaran DPW PAN Provinsi Jambi, sehingga dinilai memiliki pengalaman manajerial dan kemampuan menyusun arah kebijakan organisasi secara luas.
- Jamil Akbar, SE, memiliki jam terbang luar biasa sebagai anggota DPRD selama lima periode berturut-turut dari Fraksi PAN. Ketajamannya dalam administrasi, dokumentasi, dan koordinasi internal menjadi dasar kepercayaan menjabat Sekretaris.
H. Syamsu Alam: Dua periode berjalan duduk di Parlemen DPRD sekaligus menjabat Ketua Fraksi PAN. Kapasitasnya dalam mengelola keuangan, anggaran, dan aset partai menjadikannya pilihan tepat untuk memegang kendali Bendahara.
Penunjukan "Tiga Serangkai" ini bukan sekadar pergantian struktural, melainkan langkah strategis mengunci dua agenda besar yaitu mempertahankan dominasi parlemen pada Pemilu 2029 dan menentukan peta kekuasaan Pilkada Tanjabtim selanjutnya. Logika kekuatan Parlemen. Dengan 15 kursi, PAN sudah menjadi partai paling berpengaruh di legislatif.
Gabungan pengalaman Asnawi dalam kebijakan, Jamil dalam administrasi, dan Syamsu dalam koordinasi fraksi membuat PAN tidak hanya kuat secara jumlah, tapi juga mumpuni dalam mengawal agenda APBD, pansus, hingga hak interpelasi secara terpadu. Berikut Persiapan Pileg 2029. Tantangan utama adalah menjaga sekaligus memperluas posisi ini.
Pembinaan kader dari tingkat kecamatan hingga ranting, rekrutmen calon, serta kesiapan logistik menjadi tugas krusial formasi baru.
Jika konsolidasi berjalan solid, 15 kursi bukanlah batas tertinggi, sebaliknya, perpecahan internal berisiko menggerus kekuatan yang sudah diraih. Lebih spesifik yaitu Kartu Emas Pilkada.
Penguasaan 15 kursi memberikan posisi istimewa, cukup untuk mengusung pasangan sendiri tanpa koalisi, atau menjadi penentu utama dalam perimbangan kekuatan.
Pengalaman jejaring Asnawi di tingkat provinsi akan sangat menentukan sikap PAN, maju sendiri, menjadi penentu kemenangan, atau bergabung dalam poros koalisi tertentu.
PAN Tanjabtim kini tidak lagi sekadar berbicara bertahan, melainkan memperluas pengaruh.
Penempatan orang yang tepat di posisi yang tepat adalah bentuk efisiensi politik untuk mengamankan dua siklus pemilu ke depan.
Jika mesin organisasi berjalan optimal, PAN berpotensi menjadi bukan sekadar partai pemenang kursi, melainkan penentu arah pembangunan dan dinamika politik Tanjabtim hingga tahun 2029. (Jdk)