Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Syafaruddin, menyampaikan secara tegas bahwa seluruh satuan lembaga Pendidikan Anak Usia (PAUD), TK, SD, SMP Negeri maupun Swasta, wajib melakukan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sesuai dengan kondisi riil sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan Kadisdik, diruang Diknas, Komplek Perkantoran Bukit Benderang, Senin (27/07/2026).
Disebutkan, "Dapodik adalah satu-satunya data pokok pendidikan nasional yang dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Seluruh kebijakan dan alokasi sumber daya berpedoman pada data ini. Oleh karenanya, pengisian harus dilakukan dengan sebenar-benarnya tanpa rekayasa," tegas Syafaruddin.
Kadisdik mengatakan, dampak langsung data Dapodik disetiap satuan pendidikan adalah sebagai penentuan final dari Alokasi Dana BOP, Besaran bantuan operasional disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang tercatat sah, pemberian hak pendidik, menjadi dasar penerbitan NUPTK, sertifikasi, tunjangan profesi, serta insentif guru, prioritas bantuan darpras, data kondisi gedung dan fasilitas menjadi acuan utama rehabilitasi maupun bantuan fisik, legalitas lembaga, menjaga status NPSN sekolah tetap aktif dan diakui secara resmi negara serta penentuan identitas peserta didik, menjamin pemberian NISN sejak dini sebagai syarat kelanjutan ke jenjang SD, SMP dan SMA, terangnya.
Lanjut Kadisdik, operator diwajibkan memperbarui empat komponen utama melalui portal resmi Dapodik yaitu Data Satuan Pendidikan, Data Peserta Didik, Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Data Proses Pembelajaran, terangnya.
Dalam pengelolaan Dapodik juga mengingatkan tantangan yang dihadapi, mulai dari beban administrasi, keterbatasan jaringan di wilayah terpencil, hingga risiko ketidaksesuaian data.
"Keterlambatan sinkronisasi atau data yang tidak valid akan berakibat fatal, hak sekolah bisa gugur dan bantuan tidak cair," imbaunya, dengan demikian, maka sangat diharapkan seluruh satuan pendidikan Tanjabtim, mampu mengelola data secara tepat, tertib, dan akuntabel, ungkapnya. (Jdk)