Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Di tengah peta politik DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), yang diisi 30 anggota dari berbagai Parpol, ada satu nama yang berjalan dengan cara berbeda. Karyono, S.E, tunggal (satu-satunya) legislator satu kursi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), membuktikan bahwa kekuatan politik tidak selalu diukur dari jumlah kursi, tetapi dari kemampuan bernegosiasi.
Karyono, legislator dari Dapil II periode 2024-2029, kini juga dikukuhkan oleh Ketua DPW PKB Provinsi Jambi, H Elpisina, S.Sos, M.Si, sebagai Sekretaris DPC PKB Tanjabtim periode 2026-2031. Sebuah amanah yang menegaskan posisinya sebagai motor penggerak PKB di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung.
Bersama 29 legislator lain dari PAN, Golkar, NasDem, Gerindra, PDI Perjuangan, Demokrat, dan PKS, Karyono harus memainkan peran politiknya secara cerdas. Sendirian dari partainya, ia memilih bergabung dalam Fraksi PAN, fraksi gemuk yang menguasai 17 kursi, termasuk satu nya lagi legislator dari Partai Demokrat Ruziansyah Putra, S.IP, dari Dapil I.
Bagi sebagian pengamat politik, bergabung dengan fraksi besar adalah pilihan pragmatis. Bagi Karyono, politik itu adalah seni memainkan negosiasi, ungkap Karyono, setelah agenda pelantikan struktur DPC PKB berlangsung, pada Kamis, 29/10/26.
Pihaknya memaparkan, bahwa politik itu bagi dirinya, bukan tentang siapa yang paling keras berteriak. Politik adalah seni duduk bersama meski berbeda warna partai. Seni mendengarkan, menyesuaikan diri, dan mencari titik temu demi kepentingan yang lebih besar: pembangunan untuk masyarakat.
"Di parlemen, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bisa bernegosiasi, menyesuaikan diri, tanpa kehilangan jati diri dan tujuan. Tujuan saya tetap satu, memperjuangkan pembangunan untuk konstituen, terutama Dapil II yang telah mengantarkan saya ke kursi wakil rakyat," terangnya.
Sikap penyesuaian diri itulah yang menjadi kunci. Karyono tidak memaksakan kehendak. Ia membangun komunikasi, merawat hubungan antar-fraksi, dan menjadikan negosiasi sebagai jembatan untuk mengawal aspirasi rakyat agar tidak berhenti di ruang rapat, tetapi terealisasi menjadi pembangunan nyata.
Di tangan Karyono, politik negosiasi bukan berarti menjual prinsip. Negosiasi adalah cara menjaga prinsip tetap hidup tanpa mematikan prinsip orang lain. Keras pada tujuan, lembut pada cara. Dan di DPRD Tanjabtim, strategi itu terbukti. Meski hanya satu kursi PKB, suara Karyono tetap didengar. Aspirasi Dapil II tetap diperjuangkan. Karena ia paham, politisi sejati bukan petarung yang selalu mencari musuh, tetapi perunding yang selalu mencari solusi, ungkap Karyono, antusias. (Jdk)