Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Sebagai daerah penghasil gas bumi terbesar di Provinsi Jambi, sudah selayaknya masyarakat Tanjung Jabung Timur menikmati langsung kekayaan alamnya sendiri melalui Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga (Jargas).
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui Bappeda kini tengah mengebut realisasi program strategis nasional tersebut.
Pemkab Tanjung Jabung Timur akan segera realisasikan Jaringan Gas untuk dapat dinikmati masyarakat setempat, pada tahap awal kita rencanakan di dua titik kecamatan yaitu Kecamatan Muara Sabak Timur dan Nipah Panjang, jelas Kepala Bappeda Tanjabtim, Ali Fahrudin, Selasa (29/09/26).
Ali Fahrudin menegaskan sasaran utama pembangunan Jargas adalah Kecamatan Nipah Panjang dengan titik sumber gas dari pipa eksisting di Kuala Simbur. Skema ini dinilai paling efektif dan berdampak luas bagi masyarakat pesisir.
Sasaran utama Nipah Panjang, jadi kalau titik sumber gasnya dari pipa Kuala Simbur, jadinya yang terdampak Kuala Simbur, Simbur Naik, Teluk Kijing, Pemusiran, Bunga Tanjung, Kelurahan Nipah Panjang I dan Kelurahan Nipah Panjang II, ungkapnya.
Selain klaster Nipah Panjang, Pemkab juga mengusulkan wilayah Kecamatan Geragai secara bersamaan dalam satu proposal pengusulan. Wilayah Geragai bersamaan dalam pengusulan, tambahnya.
Kini kita tahap pemaparan usulan bersama dinas terkait, ungkap Ali. Realisasi Jargas ini masih menunggu usulan resmi serta kesiapan data sambungan rumah (SR) dari Bupati Tanjabtim kepada pihak Kementerian ESDM atau instansi berwenang.
Secara nasional, program 1 Juta Sambungan Jargas ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres RI Nomor 12 Tahun 2025. Mekanismenya dimulai dari usulan resmi Bupati disertai data SR, peta jaringan dan RTRW, kemudian diverifikasi oleh Kementerian ESDM Ditjen Migas dan PGN sebagai pelaksana teknis untuk selanjutnya dibangun melalui APBN.
Jika nantinya terealisasi, Jargas dinilai jauh lebih hemat bagi masyarakat dibandingkan penggunaan LPG bersubsidi 3 kilogram.
Program ini menawarkan keunggulan elegan, lebih hemat hingga 40 persen, gas mengalir 24 jam tanpa antri dan tanpa khawatir langka, lebih aman dengan sistem pengaman otomatis bertekanan rendah, serta lebih bersih dan ramah lingkungan.
Dengan status Tanjabtim sebagai lumbung gas nasional dan skema usulan yang terstruktur, Bappeda optimis program ini akan mendapat lampu hijau dari pusat.
Dengan dukungan penuh Ibu Bupati dan data yang lengkap, kita optimis usulan Jargas untuk klaster Nipah Panjang, Sabak Timur dan Geragai ini akan terealisasi pembangunannya pada tahun 2027, jelas Ali optimis. (Jdk)