Jakarta | mapikornews.com — Revitalisasi Pasar Senen Blok VI, Jakarta Pusat, kembali disorot. Janji Dirut Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto pada 2 Agustus 2023 bahwa pembangunan dimulai akhir Februari 2024, hingga akhir September 2026 tak terbukti.
Faktanya, sejak peletakan batu pertama oleh Gubernur Anies Baswedan Maret 2021, proyek tak berlanjut. Pedagang masih bertahan di TPS lebih dari 5 tahun dengan omzet anjlok lebih 50%.
Desakan Mapikor
Ketua Umum Mapikor (Masyarakat Pemerhati Korupsi), Nasir Umar, secara terbuka meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengevaluasi Dirut Perumda Pasar Jaya.
"Jangan berlindung di balik kata 'sedang diproses'. Pedagang minta kepastian: tanggal bangun yang jelas, harga kios yang transparan, dan pembebasan retribusi selama 8 tahun mereka terkatung-katung di TPS," tegas Nasir kepada wartawan di Baikota, Senin (29/9/2026).
Menurut Nasir, mangkraknya Blok VI sudah melalui 5 periode Gubernur sejak 2010.
"Pedagang sudah apatis, bilang 'Dah enggak harap apa-apaan lagi'. Kalau Dirut tidak mampu mengeksekusi, Gubernur harus evaluasi. Ini soal kredibilitas BUMD," tuturnya
Kredibilitas Dirut Pasar Jaya patut dipertanyakan."Apalagi dugaan kasus beliau di Sarana Jaya belum.tuntas' pungkas Nasir
Dugaan 4 Klaster Masalah
Ketua DPN Peduli Nusantara Tunggal Jakarta, Arthur Noija, SH, menyebut ada 4 persoalan mendasar yang ditutupi pejabat bidang Pasar Jaya hingga Dirut terkesan tidak berdaya:
Pertama, Kejelasan putus kontrak dengan mitra lama yang belum clean and clear.
Kedua,Penarikan uang booking kios padahal fisik bangunan belum ada.
Ketiga : Alasan perizinan SLF, PBG, AMDAL yang berlarut sejak 2016.
Keempat : Minimnya sosialisasi dampak lingkungan ke warga dan pedagang.
Upaya klarifikasi langsung kepada Dirut Agus Himawan di kantor pusat Pasar Jaya pada Jumat (26/9) lalu, belum memberikan jawaban signifikan.
(TIM INVESTIGASI MAPIKOR)