11 Juli 2026 | Dilihat: 131 Kali

Pembangunan Jalan Poros Menuju Sungai Raya-Nipah Panjang Mendesak Dibangun, Petani Sawit Rugi Rp400/Kg Produksi Terpaksa Lewat Sungai

Pembangunan Jalan Poros Menuju Sungai Raya-Nipah Panjang Mendesak Dibangun, Petani Sawit Rugi Rp400/Kg Produksi Terpaksa Lewat Sungai

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com —Optimalisasi pembangunan jalan poros menuju Desa Sungai Raya, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), menjadi kebutuhan mendesak. 

Bukan hanya sebagai akses utama warga, jalan ini juga vital untuk mengangkut hasil produksi sawit masyarakat. Selama ini petani terpaksa menggunakan jalur sungai dengan biaya yang jauh lebih tinggi.Keluhan ini disampaikan warga Desa Sungai Raya, H. Yunus, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, produksi Tandan Buah Segar atau TBS dari Desa Sungai Raya mencapai 1.200 hingga 1.400 ton setiap bulan. Namun karena tidak ada akses jalan darat yang layak, seluruh hasil pertanian perkebunan lainnya  harus diangkut melalui jalur sungai.

“Petani harus mengeluarkan biaya operasional tambahan Rp400 per kg. Itu sudah termasuk upah buruh bongkar muat. Coba dihitung, berapa kerugian petani setiap bulan,” ungkap Yunus.

Akses angkutan sungai, prosesnya panjang dan melelahkan. Buah sawit diturun-naikkan dari pompong ke mobil truk sebelum akhirnya dikirim ke Pabrik Kelapa Sawit atau PKS. Selain biaya tinggi, waktu tempuh juga lebih lama dan risiko buah busuk semakin besar.

Bahu Jalan Ada, Tapi Tak Bisa Dilalui.

Ironisnya, bahu Jalan Poros- Parit Jawa Dusun 1 diperkirakan sepanjang 800 meter menuju desa Sungai Raya, yang  sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun hingga kini belum pernah tersentuh pembangunan pengerasan.

“Selama ini hanya bisa dilalui roda dua saat cuaca panas. Begitu musim penghujan datang, jalan licin harus dilalui dengan ekstra hati-hati,” jelas Yunus.

Kondisi ini membuat roda perekonomian desa terhambat. Padahal sawit adalah tumpuan hidup sebagian besar warga Sungai Raya. Warga berharap Pemerintah Daerah Tanjabtim segera turun tangan membangun pengerasan jalan kelas B menuju Desa Sungai Raya.

Dengan jalan yang layak, biaya angkut bisa ditekan, waktu tempuh lebih cepat, dan harga jual TBS petani bisa lebih kompetitif.

“Kami berharap Pemda segera membangun. Ini bukan sekadar soal jalan, tapi soal meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sungai Raya,” tegas  Yunus.

Pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan merupakan kunci untuk memutus rantai kemiskinan di desa-desa produktif. Tanpa akses yang baik, hasil bumi melimpah justru menjadi beban bagi petani, ungkapnya. (Jdk)