15 September 2026 | Dilihat: 82 Kali

Taman Bukit Benderang "Hidup" Puluhan Lapak Kuliner Ramai Pengunjung, "Potensi PAD Tertidur" 

Taman Bukit Benderang "Hidup" Puluhan Lapak Kuliner Ramai Pengunjung, "Potensi PAD Tertidur" 

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Setiap sore, Taman Bukit Benderang di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) selalu ramai. Ratusan pengunjung datang. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat terparkir. Nuansa sore di taman ini menjadi magnet warga dan keluarga.

Di tengah keramaian itu, ada 30 lebih lapak pedagang kuliner dan jajanan yang tumbuh begitu saja. Tanpa desain, tanpa penataan. Semuanya dibangun seadanya sesuai selera masing-masing pedagang.

Amanat Bupati Tanjabtim Dillah Hikma Sari terus digaungkan, di tengah efisiensi transfer dana pusat, setiap OPD harus melakukan lompatan inovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Bahkan disetiap agenda Paripurna DPRD, seluruh fraksi juga konsisten meminta Pemda agar gencar menggenjot PAD.

Taman Bukit Benderang yang berdampingan dengan TK Negeri Pembina ini sejatinya memiliki dua kekuatan  ruang publik paling  favorit dan aktivitas ekonomi rakyat yang berjalan setiap hari.

Namun tanpa campur tangan Pemda, wajah taman terkesan semrawut. Lapak berjejer tanpa pola, tenda warna-warni tidak seragam dan tidak ada identitas khas yang membuat pengunjung betah lebih lama.

"Seharusnya ini bisa jadi ikon. Taman yang indah, lapaknya tertata, pengunjung nyaman, pedagang juga diuntungkan. Sekaligus jadi sumber retribusi untuk PAD," ujar salah satu pengunjung, Minggu, 13/09/26.

Jika Pemda hadir membangun saung dan lapak dagangan dengan desain estetika yang menarik, Taman Bukit Benderang bukan hanya jadi tempat nongkrong. Ia bisa menjadi destinasi kuliner sore sekaligus mesin kecil penggerak PAD.

Retribusi dari puluhan  lapak, parkir, hingga event di taman, jika dikelola profesional, akan menjadi pemasukan rutin bagi daerah.

Kini pertanyaannya  apakah ini pembiaran atau memang terkendala regulasi?

Warga berharap dinas terkait segera bergerak. Jangan sampai momentum ramai setiap sore ini hanya jadi aktivitas ekonomi informal tanpa ada kontribusi nyata ke kas daerah.

Sudah saatnya Taman Bukit Benderang disulap. Bukan hanya taman untuk menikmati senja, tapi juga taman yang "menghasilkan" untuk Tanjabtim.

Karena inovasi bukan menunggu anggaran besar. Inovasi dimulai dari menata apa yang sudah hidup di depan mata. (Jdk)