LHKPN JOMPLANG! HARTA DIRUT PAM JAYA Rp35,4 MILIAR NAIK Rp2,2 M SETAHUN
Jakarta | mapikornews.com — Di saat warga Jakarta mengeluhkan air PAM keruh bau ulasan dan mati berhari-hari, harta Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin justru kinclong. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK per 31 Desember 2024 tercatat Rp35,49 Miliar. Naik Rp2,2 Miliar dalam setahun.
Padahal gaji Dirut BUMD DKI maksimal Rp120 Juta per bulan. Setahun Rp1,4 Miliar kotor. Dari mana sisanya?
POIN 1: TANAH BOGOR 6 BIDANG HARGA NJOP BODONG
LHKPN Arief mencatat 6 tanah dan bangunan: 1 di Jakarta Timur Rp2,5 M, 5 di Bogor Rp5,5 M, Rp6 M, Rp6,5 M, Rp5 M, Rp800 Juta. Total Rp26,3 Miliar.
Fakta lapangan: Harga tanah Bogor tahun 2024 sudah Rp15-25 Juta per meter. Dengan luas dan bangunan mewah, nilai riil 6 bidang itu minimal Rp60-70 Miliar. Arief diduga sengaja memakai NJOP tahun 2015 yang belum update untuk perkecil nilai laporan. Ini modus klasik menyembunyikan harta.
POIN 2: KOLEKSI MOBIL MEWAH TAK WAJAR PEJABAT BUMD
Di LHKPN tertulis:- Mitsubishi Lancer 1995 Rp300 Juta- Datsun SSS 1977 Rp5 Juta- BMW Sedan 2014 Rp1,5 Miliar- Jeep Rubicon 2012 Rp900 Juta
Total mobil Rp2,7 Miliar. Koordinator Poros Muda NU Ramadhan Isa sudah desak Kejagung: bagaimana pejabat BUMD bisa koleksi Rubicon dan BMW baru sementara warga PAM antri air pakai ember?
POIN 3: HUTANG Rp2,3 MODUS MILIAR CUCI HARTA BERSIH
Total harta kotor Rp35 M, setelah dikurangi utang Rp2,3 Miliar jadi Rp32,7 Miliar bersih. Ini teknik cuci LHKPN: buat utang besar ke bank, uang utang dipakai beli aset atas nama istri dan anak yang tidak wajib lapor LHKPN. Harta terlihat kecil, padahal aset keluarga dilipat.
POIN 4: BISNIS ISTRI DAN APARTEMEN ATAS NAMA ANAK TIDAK DILAPORKAN - INI YANG DISEMBUNYIKAN
Di LHKPN 2024, kolom saham, surat berharga, dan perusahaan lain ditulis 0. Tidak punya bisnis.
Investigasi Mapikor menemukan: Istri Arief diduga memiliki 2 PT kontraktor pengadaan bahan kimia dan pipa yang justru jadi vendor PAM Jaya, ditambah 1 unit apartemen di kawasan Sudirman diduga atas nama anak yang harganya Rp 4,2 Miliar tidak pernah muncul di LHKPN. Ini yang disebut Poros Muda NU sebagai harta tidak sesuai LHKPN dan harus diperiksa KPK.
POIN 5: KENAIKAN HARTA BARENGAN DENGAN BANSOS Rp150 MILIAR HILANG
Ini paling jomplang. Tahun 2020, saat Arief masih Dirutd Pasar Jaya, kelola bansos DKI Rp2,85 Triliun. Audit menemukan penyusutan yang tidak diketahui Rp150 Miliar karena manipulasi dokumen pengiriman.
Pada periode 2022 hingga 2024, harta Arief naik dari Rp32,7 M menjadi Rp35,4 M. Naik Rp2,7 M saat kasus bansos menguap. Tim Intelijen Rakyat Semesta (IRS) dan CBA mendesak Kejagung menduga aliran dana bansos ke aset pribadi. Ditambah kontrak PAM Jaya dengan PT Moya Indonesia yang membuat PAM harus beli air sendiri padahal aset sudah kembali ke DKI Januari 2023, potensi kerugian APBD semakin besar.
Kesimpulan : LHKPN Arief Nasrudin jomplang antara penghasilan resmi dan harta riil. Ada dugaan kuat menyembunyikan harta dengan cara:- Pakai NJOP lama- Hutang fiktif- Aset atas nama istri dan anak- Tidak laporkan bisnis keluarga yang jadi vendor PAM
Warga bayar air mahal Rp12.500/m3 airnya keruh, data 1,2 juta pelanggan bocor ke pinjol, tapi harta Dirut naik terus.
Mapikor desak KPK memanggil Arief Nasrudin, buka rekening istri dan anak, dan sita 6 tanah Bogor untuk audit ulang.
Ini bukan sekadar LHKPN, ini soal keadilan udara Jakarta.
Sementara itu dalam rangka mematuhi Undang-undang pers dan kode etik jurnalistik, Mapikor melakukan klarifikasi dan konfirmasi kepada Arief Nasrudin, namun nomor Mapikor di blokir. Sementara stafnya, Gatra menghindar.
(Tim Investigasi Mapikor)