3 November 2026 | Dilihat: 59 Kali

Pengerukan Embung RSUD Cibabat Cimahi Senilai Rp397,8 Juta, Upaya Cegah Risiko Banjir dan Optimalkan Resapan Air

Pengerukan Embung RSUD Cibabat Cimahi Senilai Rp397,8 Juta, Upaya Cegah Risiko Banjir dan Optimalkan Resapan Air

Cimahi-Jabar | mapikornews.com — Pekerjaan pengerukan dan penataan kawasan embung di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, tengah dilaksanakan. Kegiatan yang bersumber dari APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2026 ini bertujuan mengoptimalkan fungsi embung sebagai sarana penampungan dan resapan air, sekaligus mengantisipasi risiko banjir saat curah hujan tinggi.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan, kegiatan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 397.887.712,85, dengan pelaksana CV Benaya Cemerlang Abadi. Adapun identitas pekerjaan yang tercantum dalam papan informasi proyek sebagai berikut:

- Nama pekerjaan : Penataan Kawasan Embung di RSUD Cibabat Kota Cimahi.

- Nomor kontrak : 027/56/SPK/RSUD Cibabat/X/2026.

- Sumber dana: APBD Kota Cimahi TA 2026.

- Nilai kontrak: Rp397.887.712,85.

- Pelaksana: CV Benaya Cemerlang Abadi.

- Waktu pelaksanaan: 60 hari kalender.

Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, awak media Mapikor telah melakukan konfirmasi langsung kepada Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Cibabat, Bapak Asep Rusyaban, S.Kep., M.Kep., terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut. Selasa 3 Nopember 2026

Dalam keterangannya, Asep menjelaskan bahwa pengerukan embung memiliki manfaat penting bagi pengelolaan lingkungan, khususnya dalam meningkatkan kapasitas tampungan air. Menurutnya, pengerukan dilakukan dengan mengangkat tumpukan sedimen yang selama ini mengendap di dasar embung.

Dengan berkurangnya sedimentasi dan semakin optimalnya kedalaman embung, kapasitas penampungan air diharapkan meningkat sehingga dapat membantu mengurangi risiko genangan maupun banjir ketika curah hujan tinggi.Selain itu, optimalisasi fungsi embung juga diharapkan mendukung pengelolaan dan penyerapan air di lingkungan RSUD Cibabat.

Terkait kualitas pelaksanaan pekerjaan, Asep menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah memperhatikan persyaratan yang diperlukan dan melibatkan unsur tenaga profesional, mulai dari tenaga perencana, pelaksana hingga pengawas teknis.

Pengawasan teknis dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan. Dari sisi transparansi, papan informasi proyek telah dipasang di lokasi pekerjaan. Informasi tersebut memuat sumber anggaran, nilai kontrak, nomor kontrak, nama pelaksana, serta jangka waktu pekerjaan sehingga masyarakat dapat mengetahui kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung.

Mapikor memandang bahwa keterbukaan informasi dan pelibatan tenaga profesional dalam pekerjaan yang menggunakan anggaran daerah merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.Dengan adanya pengerukan dan penataan kawasan embung ini, diharapkan fungsi infrastruktur pengelolaan air di lingkungan RSUD Cibabat semakin optimal, sekaligus memberikan manfaat bagi kenyamanan dan keselamatan lingkungan rumah sakit.

Pada prinsipnya, setiap pembangunan yang menggunakan anggaran publik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, penyelesaian pekerjaan sesuai spesifikasi, ketepatan waktu, dan pengawasan yang berkelanjutan menjadi hal yang perlu terus diperhatikan.

Mapikornews.com akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang profesional, berimbang, serta mendukung keterbukaan dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik. (Nur)