Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Potret buram dunia pendidikan di wilayah 3 T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), kembali terungkap. Perumahan Guru SMPN Satap 9 Desa Labuan Pering, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), jauh dari kata layak huni dan sehat.
Bangunan panggung kayu hasil swadaya masyarakat tahun 2011 yang sudah lapuk dan keropos itu kini dihuni 9 jiwa sekaligus. Tujuh di antaranya guru, dan dua lainnya adalah siswa yang terpaksa menumpang karena rumah mereka jauh di Desa Tanah Pilih, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kondisi bangunan seperti terlihat dalam gambar, sangat memprihatinkan. Dinding papan hijau mengelupas dan bolong, jendela kayu biru yang rapuh, lantai panggung yang patah dan berlubang, hingga fondasi kayu di bawah yang sudah lapuk dimakan usia. Lorong sempit dan lembab menjadi satu-satunya akses.
Kepala SMPN Satap 9, M Joni, M.Pd., saat dikonfirmasi, Senin, 02/11/2026, membenarkan kondisi tersebut.
"Sejak berdiri memang tidak ada rumah dinas pemerintah. Yang ada rumah panggung swadaya masyarakat yang dibangun pada tahun 2011. Sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. 9 jiwa tinggal di sana, 7 guru dan 2 siswa. Karena tidak layak, saya kepsek terpaksa ngontrak di rumah warga," ungkapnya.
Secara standar kesehatan, bangunan tersebut jelas tidak memenuhi syarat rumah layak huni yang sehat.
"Rumah layak huni yang sehat itu harus memenuhi 3 aspek keselamatan bangunan, kesehatan penghuni, dan kenyamanan. Yang ada di sini, ketiganya tidak terpenuhi."
Dari sisi keselamatan, bangunan panggung kayu sudah keropos, lantai patah, fondasi lapuk, rawan roboh dan membahayakan 9 penghuninya.
Dari sisi kesehatan, dinding bolong, sirkulasi udara tidak sehat, lembab, berjamur, rawan penyakit kulit dan ISPA, serta tidak ada sanitasi layak. Drum air di atas lantai papan rapuh seperti di gambar menjadi potret sanitasi yang tidak sehat.
Dari sisi kenyamanan dan kelayakan, 9 jiwa berdesakan dalam sekat-sekat triplek, tanpa privasi, tanpa ruang istirahat yang layak untuk Guru menyiapkan materi ajar terhadap masa depan 45 siswanya.
Jika hari ini ada yang bertanya, apa itu potret perumahan Guru di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)? Inilah jawabannya. Gambar ini. Rumah panggung yang nyaris roboh ini. Di sinilah para Guru-guru tidur, menyiapkan materi ajar, dan bermimpi tentang masa depan 45 siswa anak pesisir Labuan Pering.
Kami tidak meminta rumah mewah. Kami hanya meminta rumah yang layak huni, yang sehat, yang aman, yang manusiawi. Rumah dimana Guru bisa beristirahat dengan tenang setelah seharian mengajar, ucap Kepsek, seraya berharap perhatian penuh dari Diknas Tanjabtim. (Jdk)